Header Ads

US GDP Melambat Di Kuartal Ketiga Dibandingkan Kuartal Sebelumnya

Perekonomian AS selama kuartal ketiga lalu dilaporkan melambat dibanding kuartal sebelumnya, seiring penurunan laju ekspor kedelai yang diakibatkan oleh kebijakan tarif, namun masih mampu diimbangi sebagian oleh belanja konsumen yang tumbuh di laju terkuatnya dalam hampir empat tahun terakhir serta lonjakan di sektor investasi persediaan barang.

Departemen Perdagangan melaporkan bahwa produk domestik bruto kuartal ketiga mengalami peningkatan 3.5% di tingkat tahunan, ditambah dengan pengeluaran pemerintah yang solid. Akan tetapi mengalami perlambatan dibandingkan laju pertumbuhan 4.2% pada kuartal kedua lalu, namun masih melampaui perkiraan dari para ekonom. Jika dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya, di kisaran 3.0%, laju pertumbuhan masih menunjukkan kinerja terbaikknya sejak kuartal kedua tahun 2015 guna menjaga stabilitas pertumbuhan untuk mencapai target pertumbuhan 3% tahun ini.

Saat ini perekonomian AS mendapatkan dukungan dari pemangkasan pajak hingga sebesar $1.5 triliun serta adanya peningkatan belanja pemerintah. Namun pemerintah masih didera hambatan akibat trade war yang masih berlangsung dengan Cina serta ditambah sengketa perdagangan dengan negara mitra dagang utama lainnya, yangtercermin dari melambatnya pertumbuhan perdagangan di kuartal terakhir tahun ini. Laju pertumbuhan selama kuartal ketiga yang kuat diperkirakan mampu memberikan dukungan bagi Federal Reserve untuk tetap berada di jalur kebijakan kenaikan suku bunga acuannya di bulan Desember mendatang, meskipun pengetatan kebijakan moneter baru-baru ini sedikit menuai kecaman dari Presiden Donald Trump.

Pertumbuhan belanja konsumen, yang berkontribusi lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS, meningkat hingga 4.0% di kuartal ketiga menyusul pertumbuhan 3.8% pada kuartal kedua, sekaligus mencatat laju tercepatnya sejak kuartal keempat di tahun 2014 silam.(WD)

Related posts