Venezuela Memangkas Bolivar Karena Kondisi Ekonomi Memburuk

Berdasarkan berita yang dilansir oleh Reuters, pemerintah Venezuela mengambil keputusan memangkas nilai mata uang Bolivar sebanyak lima nol dari tingkat harga sekarang pada hari Senin karena kondisi ekonomi yang terus semakin memburuk.

Pemotongan mata uang bolivar itu atas kebijakan ekonomi Presiden Venezuela Nicolas Maduro, demi menurunkan tingkat hiperinflasi. Namun, sejumlah pengamat ekonomi menilai kebijakan tersebut justru akan mendorong kondisi ekonomi Venezuela semakin kacau dan menciptakan krisis baru. Hal ini juga diamini oleh Internasional Moneter Fund (IMF) yang memperkirakan kebijakan Maduro bisa meningkatkan inflasi hingga 1 juta persen sampai akhir tahun.

Perubahan nilai mata uang, juga dibarengi kebijakan kenaikan upah minimum sebesar 3,000% dalam rangka meningkatkan daya beli masyarakat. Selain itu, pemerintah berencana mematok nilai gaji, harga dan nilai tukar mata uang berdasarkan petro yaitu mata uang kripto yang mengacu ke harga minyak mentah dunia.

Sementara itu, ekonom menyatakan bahwa rencana tersebut memungkinkan akan meningkatkan krisis dan eksodus warga Venezuela secara besar-besaran ke negara-negara tetangga terutama bagian di Amerika Selatan.

Seorang warga bernama Valencia Jose Moreno (71) mengeluhkan bahwa sulitnya mendapatkan akses publik paska ditetapkannya kebijakan mata uang tersebut, di antaranya banyak bank tutup sehingga menyulitkan warga untuk menarik uang tunai. “Tidak ada uang, tidak ada air, tidak ada listrik dan tidak ada apa-apa,” keluhnya yang diberitakan dari Reuters.

Dalam satu dekade, Venezuela dikenal sebagai negara sukses memakmurkan rakyatnya melalui bisnis minyak tapi kini kondisinya justru terbalik. Banyak warga yang mencari makanan di tong-tong sampah karena gaji bulanan mereka tidak mencukupi atau hanya beberapa dollar Amerika Serikat.

Sejumlah pemilik toko terus berjuang bertahan menghadapi inflasi, di tengah kebijakan pemerintah yang mengatur harga tepung, popok dan mengontrol mata uang secara ketat.

Organisasi Fedecamaras, mengecam kebijakan ekonomi Maduro yang menyebabkan kebingungan dan bisa membuat kondisi ekonomi memburuk. “Mematok mata uang bolivar ke petro merupakan kesalahan serius. Ini sebagai rencana yang tidak berkesinambungan” ungkapnya.

Meski banyak kalangan mentang, Maduro akan tetap fokus pada kebijakannya untuk menaikan subsidi bensin bulan ini yang disamakan dengan tingkat internasional, di tengah tingginya harga yang dipatok.

Pakar industri mengungkapkan, mata uang Bolivar telah diperdagangkan di pasar gelap pada Senin lalu yaitu satu dolar setara dengan 96 Bolivar. Jumlah ini menunjukkan depresiasi hampir 30% sejak pekan lalu. Meskipun, perhitungan ini tidak mewakili pasar secara keseluruhan, karena volume perdagangan masih rendah di Senin kemarin.

Related posts