Header Ads

Volatilitas Yuan Sangat Tergantung Dari Pembicaraan Dagang AS-Cina

Mata uang Yuan Tiongkok dilaporkan anjlok terhadap US Dollar pada sesi perdagangan pagi hari tadi, setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman terhadap kenaikan tarif barang-barang dari Cina, yang mana hal ini mengejutkan pasar setelah sebelumnya beredar kabar bahwa negosiasi perdagangan AS dan Cina telah semakin dekat dengan kesepakatan diantara keduanya.

Yuan melemah hingga lebih dari 1.4% di sesi perdagangan waktu Asia pagi hari tadi. Sementara itu, bank sentral China telah menurunkan titik tengah resmi dari mata uang Yuan menjadi 6,7334 per Dollar pada hari Senin, yang merupakan level terlemah dalam dua setengah bulan.

Sebelumnya dalam sebuah postingan di Twitter, Trump mengatakan bahwa tarif 10% terhadap barang-barang dari Cina senilai $200 milliar akan dinaikkan menjadi 25%, sembari mengancam bahwa pihaknya akan memberlakukan pungutan tambahan 25% senilai $325 milliar dalam waktu dekat.

Trump pada awalnya mengancam akan menaikkan tarif pada awal tahun, tetapi menunda keputusan itu setelah China dan AS setuju untuk duduk untuk pembicaraan perdagangan.

Sebuah sumber mengatakan kepada CNBC bahwa pihak Cina kemungkinan akan mundur dari pembicaraan perdagangan yang dijadwalkan untuk pekan ini. Wakil Perdana Menteri Cina, Liu He telah merencanakan untuk membawa delegasi ke Washington pada hari Rabu lusa guna menyelesaikan kesepakatan perdagangan.

William Ma, kepala investasi di Noah Holdings, mengatakan kepada CNBC bahwa mata uang Yuan dapat mencapai level 7 terhadap Dollar jika terjadi volatilitas jangka pendek di saat pembicaraan berlanjut je jalur normal. Akan tetapi jika pembicaraan semakin memburuk, maka hal tersebut bisa memicu terjadinya koreksi di pasar.(WD)

Related posts