Wang Yi : AS Harus Menghormati Hak Cina Untuk Berkembang

Salah seorang anggota Dewan Negara Cina, Wang Yi mengatakan kepada para delegasi dari AS bahwa pihak AS harus menghormati hak Cina untuk berkembang dan menjadi negara yang makmur, sembari menegaskan bahwa akses Cina ke dunia luar akan terbuka lebih luas lagi.

Komentar ini muncul terkait tuduhan AS terhadap Cina yang dianggap melakukan praktik perdagangan tidak adil, termasuk melakukan transfer teknologi secara ilegal, namun tuduhan ini telah dibantah oleh pihak Cina. Saat kunjungan delegasi perdagangan AS ke Beijing pada hari Selasa kemarin, lebih jauh Wang Yi mengatakan bahwa penghormatan dan kerja sama merupakan pilihan yang tepat bagi kedua negara, yang mana hal ini akan dilihat dan dinilai oleh masyarakat internasional.

Dalam hal ini AS harus mengakui bahwa pembangunan di Cina merupakan salah satu kepentingan bagi dunia, termasuk bagi AS, oleh sebab itu AS harus melihat bahwa perkembangan pembangunan di Cina merupakan suatu peluang bagi AS untuk membantu menyelesaikan sejumlah masalah-masalah tertentu, termasuk masalah perdagangan dan ekonomi diantara keduanya.

Wang Yi juga kembali menegaskan janji pemerintah Cina sebelumnya yaitu pelaksanaan reformasi dan langkah-langkah untuk membuka akses terhadap kebutuhan pembangunannya sekaligus membuka akses yang semakin luas ke dunia luar. Dikatakan bahwa selama AS dan Cina terus melakukan pertemuan secara proaktif, maka perdagangan dan kerja sama ekonomi akan menjadi peran penting dalam hubungan kedua negara.

Harian Partai Komunis, People’s Daily dalam editorialnya mengatakan bahwa kedua pihak harus tetap tenang selama pembicaraan negosiasi perdagangan ini, namun demikian pihak Washington tidak boleh memaksakan apapun kepada Beijing. Disebutkan bahwa permintaan AS terhadap reformasi struktural Cina harus tetap sejalan dengan kerja sama perdagangan keduanya, dan harus terkoordinasi dengan langkah reformasi dan pengembangan di Cina.

Selain itu pembicaraan tersebut tidak boleh dihiasi oleh pemaksaan terhadap Beijing untuk mengubah tata kelola ekonominya. Dengan demikian kedua negara harus menandatangani perjanjian yang menyatakan percepatan pembanguan ekonomi sehingga akan memberikan inspirasi bagi dunia.(WD)

Related posts