Header Ads

Xi : Cina Menentang Kebijakan Proteksionisme Perdagangan

Presiden Cina Xi Jinping kembali menegaskan retorikanya dalam menentang kebijakan proteksionisme perdagangan sekaligus mempromosikan negaranya sebagai pendukung sistem keterbukaan perdagangan dan kerja sama internasional. Penyampaian ini merupakan yang ketiga kalinya dari Xi Jinping sejak Donald Trump terpilih sebagai presiden AS. Sejumlah kritikus menilai bahwa meskipun Cina telah membuat sejumlah kemajuan dalam membuka ekonominya untuk perusahaan asing, namun laju pertumbuhannya masih cenderung lambat.

Dalam pidatonya di perhelatan China International Import Expo, Jinping mengatakan bahwa kemakmuran ekonomi dan sosial negara-negara di dunia semakin berkaitan, seiring reformasi sistem pemerintahan global serta tatanan internasional yang semakin cepat. Lebih lanjut beliau menambahkan bahwa di sisi lain ekonomi dunia sedang mengalami penyesuaian yang mendalam dan di tengah kondisi tersebut, proteksionisme dan unilateralisme bangkit kembali sehingga globalisasi ekonomi sedang menghadapi tantangan yang serius, seiring multilateralisme dan sistem perdagangan bebas berada di bawah ancaman.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, beliau mempresentasikan Cina sebagai salah satu negara yang menolak proteksionisme sekaligus berniat memperluas akses pasarnya ke seluruh dunia. Xi Jinping juga menyampaikan bahwa Cina akan berusaha untuk merangsang potensi peningkatan impor dan akan menurunkan tarif impornya. Beliau juga berjanji bahwa negaranya akan mempercepat pembukaan sektor pendidikan, telekomunikasi dan budaya. Untuk itu pemerintahnya akan bekerja lebih cepat untuk mengatasi segala tantangan dan ketidakpastian yang melanda pasar global, sekaligus meningkatkan kemampuannya secara lebih luas untuk mengelola pertumbuhan ekonomi makro.(WD)

Related posts