Header Ads

Yellen : Inflasi AS Masih Terlalu Rendah

Mantan Ketua Federal Reserve, Janet Yellen mengatakan bahwa dirinya mendukung kebijakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, seiring inflasi AS yang masih di kisaran rendah serta perlambatan yang terjadi di pertumbuhan global.

Dalam kesempatan berbicara di pertemuan Aspen Economic Strategy Group di Colorado, Yellen menyampaikan bahwa saat ini ekonomi global telah melemah dan kondisi ekonomi AS yang menderita akibat konflik perdagangan dengan Cina sehingga menciptakan ketidakpastian di sektor bisnis.

The Fed saat ini diperkirakan secara luas akan memangkas suku bunganya di pertemuan kebijakan FOMC Rabu malam waktu AS, yang mana ini menjadi penurunan suku bunga untuk pertama kalinya dalam sati dekade terakhir.

Meskipun data makro terbaru menunjukkan bahwa laju ekonomi AS masih cukup kuat, namun Yellen menilai inflasi AS masih tetap rendah, bahkan menurut beliau masih terlalu rendah. Laporan tenaga kerja di bulan Juli diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan Non-Farm Payroll hingga 170 ribu, sementara tingkat pengangguran akan berada di level terendahnya di 3.7%, menurut Refinitiv.

Lebih lanjut Yellen menegaskan bahwa Amerika Serikat adalah negara yang menjadi bagian dalam ekonomi global, sehingga apapun yang terjadi menyangkut ekonomi di Eropa dan Asia tentunya akan memberikan pengaruh yang besar bagi ekonomi AS, dan sebaliknya bahwa kebijakan moneter AS juga memberikan dampak di seluruh dunia.

Janet Yellen memimpin The Fed selama empat tahun masa jabatannya sebelum berakhir pada 3 Februari 2018 dan digantikan oleh Jerome Powell. Selama masa dibawah pimpinannya, The Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya selama hampir satu dekade pada Desember 2015. Kenaikan tersebut menjadi awal dari upaya para pembuat kebijakan untuk menaikkan suku bunga hingga kembali ke titik dimana The Fed memiliki peluang untuk memangkas kembali suku bunganya guna menghadapi setiap perlambatan pertumbuhan di masa mendatang.

Kebijakan penurunan suku bunga ini dinilai sebagai langkah pre-emptive di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan global serta dampak dari trade war yang tengah berlangsung antara Beijing dan Washington. Untuk itu Yellen menjelaskan bahwa fokus saat ini adalah keharusan untuk menjaga kondisi ekonomi AS tetap kuat sehingga tetapp berada di jalur ekspansinya.

Yellen melihat bahwa risiko eksternal saat ini cenderung mengharuskan adanya sedikit pemangkasan, meskipun dirinya tidak melihat bahwa penurunan merupakan suatu permulaan untuk pemangkasan selanjutnya, kecuali bila ada perubahan dari siklus pelonggaran kebijakan utama dari bank sentral.(WD)

Related posts