Header Ads

Yellen : Suku Bunga AS Harus Dinaikkan Guna Mendekati Level Netral

Dalam kesempatan berbicara di depan peserta 19th World Knowledge Forum yang diadakan oleh Maeil Business Newspaper di Seoul, Ketua Dewan Gubernur dari federal Reserve System dan juga mantan Ketua The Fed, Janet Yellen mengatakan bahwa meskipun dapat menjadi perdebatan mengenai ketidakpastian tentang apa yang didefinisikan sebagai kebijakan moneter netral karena tidak akomodatif dan restriktif, tingkat suku bunga AS memang harus dinaikkan setidaknya tiga hingga empat kali lagi guna mendekati tingkat netral.

Lebih lanjut Yellen mengatakan bahwa dirinya menilai bahwa saat ini tingkat suku bunga dari Federal Reserve masih jauh dari level netral, yaitu level dimana ekonomi tidak membutuhkan stimulus maupun tidak dalam kondisi dibiarkan untuk melaju dengan sendirinya tanpa adanya bantuan kebijakan moneter yang mengikat. Yellen memberikan penegasannya bahwa pejabat penggantinya yaitu Jerome Powell, yang mengklaim bahwa tingkat suku bunga masih bersifat akomodatif dan harus bergerak menuju level netralnya.

Dalam hal ini Yellen menilai bahwa kemungkinan untuk melewati batas netral sangatlah mungkin, namun saat ini masih diperlukan kebijakan dari bank sentral untuk menaikkan suku bunga mendekati level tersebut, dengan catatan bahwa laju pertumbuhan ekonomi AS harusnya berjalan sesuai jalurnya guna memberikan dukungan yang besar bagi para pembuat kebijakan di bank sentral. Jika suku bunga AS dinaikkan setidaknya tiga atau empat kali lagi, maka tingkat suku bunga AS akan berada di kisaran 3.25%, dan jika mengingat bahwa laju pertumbuhan produktivitas yang rendah di seluruh dunia, populasi yang mulai memasuki usia tua serta preferensi terhadap aset yang lebih aman, maka dapat dipastikan tingkat suku bunga AS tidak akan mencapai di kisaran 5 atau 6%.

Hal ini dikarenakan Yellen menilai bahwa The Fed pastinya “tidak gila” untuk membiarkan kenaikan suku bunga yang terlalu tinggi tanpa mempertimbangkan segala aspek yang ada di laju pertumbuhan ekonomi AS. Komentar ini dikeluarkan untuk menampik tuduhan dari Presiden Donald Trump yang menilai bahwa The Fed “menjadi gila” dengan proyeksi kebijakan kenaikan suku bunganya.(WD)

Related posts