Header Ads

Yen Berada Dekat Level Terendahnya Tahun Ini Seiring Optimisme Pasar

Mata uang Yen bergerak di dekat level terendahnya di tahun ini, seiring lebih banyak tanda-tanda stabilisasi ekonomi di Cina, serta ditambah dengan optimisme terhadap musim laporan pendapatan AS yang akan mendorong para investor untuk mengalihkan minatnya dari mata uang safe haven untuk mencari pengembalian yang lebih tinggi di aset berisiko lainnya.

Hingga saat ini USDJPY masih berada di dekat level 112.08, yang menjadi level psikologis bagi kelanjutan kenaikan pasangan tersebut, jika mampu break-up diatas 112.12 yang merupakan level tertingginya di tahun ini.

Data ekonomi Cina yang diterbitkan pada akhir pekan kemarin, menunjukkan ekspor mengalami rebound yang tajam dan tingkat pinjaman bank baru mengalami peningkatan yang jauh lebih dari yang diharapkan pada bulan Maret lalu. Meskipun laju impor Cina masih tetap lemah, namun secara keseluruhan data perdagangan tersebut mampu menguatkan harapan bahwa ekonomi Cina akan mampu untuk keluar dari titik lemahnya, pasca pemerintah Beijing menghentikan upaya de-leveraging dan sekaligus meningkatkan dukungan bagi laju ekonomi mereka dalam beberapa bulan kedepan.

Kyosuke Suzuki, direktur valas di Societe Generale, mengatakan bahwa banyak para pelaku pasra yang melihat bahwa dalam beberapa bulan kedepan, data ekonomi Cina akan memberikan konfirmasi tentang kekuatan ekonomi Cina, meskipun pembicaraan perdagangan AS-Cina serta Brexit masih diliputi ketidakpastian.

Dengan adanya optimisme baru terhadap kelanjutan pembicaraan perdagangan AS-Cina, sejumlah bursa saham di kawasan Asia nampak menguat, yang didukung pula oleh bursa Wall Street yang ditutup lebih tinggi di sesi perdagangan akhir pekan kemarin, menyusul sejumlah laporan pendapatan perusahaan di AS yang menunjukkan hasil lebih baik dari perkiraan. Salah satunya adalah laporan pendapatan dari JPMorgan yang menjadi salah satu faktor utama kenaikan bursa Wall Street di Jumat kemarin, serta indeks S&P500 yang berhasil mencapai level tertingginya dalam enam bulan terakhirnya.

Setidaknya hal ini memberikan sentimen positif di pasar, guna mengimbangi masih tersisanya kekhawatiran mengenai pembicaraan perdagangan antara AS dengan Jepang di masa mendatang, yang mana pihak Washington diperkirakan akan memasukkan ketentuan mengenai mata uang dalam perjanjian perdagangan bilateral.

Kepala Analis FX di MUFG Bank, Minori Uchida mengatakan bahwa pihaknya melihat terjadinya risk-on di pasar, namun Uchida percaya bahwa kenaikan greenback kemungkinan akan terbatas, mengingat para spekulan yang telah bersiap untuk melakukan aksi beli US Dollar dalam jumlah yang besar.

Data dari pengawas pasar AS di hari Jumat lalu, menunjukkan bahwa para spekulan telah memberikan dukungan bagi posisi Long bagi Dollar. Dengan demikian pasangan USDJPY masih berpotensi untuk menguji level tertingginya.(WD)

Related posts