Yen Tertekan Oleh Optimisme Pasar Terhadap Trade War

Mata uang Yen mengalami tekanan hingga mendekati level terendahnya dalam enam pekan terakhir terhadap US Dollar, seiring tanda-tanda bahwa AS dan Cina makim mempersempit jurang perbedaan mereka terhadap kebijakan perdagangannya menjelang pertemuan lanjutan, sehingga mengurangi minat pasar terhadap aset safe haven.

Selain itu hal ini juga memberikan dorongan terhadap mata uang Yuan Cina untuk mendekati level tertingginya dalam empat pekan terakhir terhadap greenback. Sementara mata uang tunggal Euro masih cukup stabil setelah di sesi perdagangan AS semalam bergerak liar pasca keputusan dari ECB yang mengejutkan untuk melanjutkan program pembelian obligasi pemerintah di bulan November untuk mendukung laju ekonominya yang mengalami kelesuan.

Optimisme pasar terhadap adanya resolusi perdagangan AS-Cina di jangka pendek, telah memberikan dukungan bagi imbal hasil treasury AS untuk bergerak lebih tinggi serta sekaligus membebani mata uang safe haven. Namun demikian optimisme yang terjadi di pasar sepertinya berpotensi berlangsung dalam waktu singkat, menyusul perkiraan secara luas bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga mereka di pekan depan, dan Bank of Japan nampaknya mengalami tekanan untuk mengadopsi pelonggaran kebijakan moneter yang dilakukan oleh ECB.

Takuya Kanda selaku general manager of research di Gaitame.com Research Institute di Tokyo, mengatakan bahwa saat ini pesimisme di pasar sedikit berkurang terkait pembicaraan perdagangan AS-Cina, sehingga menjadi faktor utama pendukung pergerakan di pasar.

Harapan pasar terhadap segera berakhirnya perang perdagangan antara dua negara ekonomi terbesar dunia tersebut timbul setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dirinya tidak akan mengesampingkan pakta perdagangan sementara dengan Cina.

Kedua pihak sedang mempersiapkan putaran baru pembicaraan yang bertujuan untuk mengekang perang dagang mereka, yang telah berlangsung lebih dari setahun dan menimbulkan guncangan di pasar keuangan serta mengancam ekonomi global ke tepi jurang resesi.

Saat ini Bank of Japan telah melakukan brainstorming terhadap langkah-langkah untuk menuju suku bunga yang lebih negatif dari saat ini, dengan biaya minimal untuk sektor perbankan komersial. Hal ini dilakukan karena dianggap mengadopsi hal tersebut merupakan respon dari kebijakan utama terhadap laju ekonomi yang melambat.(WD)

Related posts