Header Ads

Yi Gang : Cina Akan Menjaga Likuiditas Selama Paruh Kedua

Gubernur bank sentral Cina Yi Gang mengatakan kepada forum keuangan bahwa pemerintah Cina akan menjaga likuiditas di paruh kedua tahun ini, namun harus tetap mempertimbangkan terlebih dahulu terhadap penarikan kebijakan tepat waktu yang ditujukan untuk melawan pandemi Covid-19.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa fundamental ekonomi Cina tetap dalam kondisi sehat dan pasar keuangan masih stabil secara keseluruhan, dan dukungan keuangan selama periode responsif terhadap pandemi tengah diberlakukan dan pihaknya harus memperhatikan kebijakan mereka dengan mempertimbangkan penarikan tepat waktu dari alat kebijakan mereka.

Saat ini People’s Bank of China telah melakukan panduan biaya untuk kebijakan pembiayaan yang lebih rendah di tahun ini, yang mana pinjaman baru kemungkinan akan mencapai hampir 20 triliun Yuan ($2.83 triliun) di tahun ini, naik dari rekor 16.81 triliun Yuan di tahun 2019 lalu serta total pembiayaan sosial yang berpotensi meningkat hingga lebih dari 30 triliun Yuan.

PBOC telah meluncurkan langkah-langkah pelonggaran sejak awal Februari, termasuk pemotongan dalam persyaratan cadangan dan tingkat pinjaman dan dukungan pinjaman yang ditargetkan untuk perusahaan-perusahaan yang terkena dampak pandemi virus.

Analis memperkirakan bahwa bank sentral akan melonggarkan kebijakan lebih lanjut untuk meningkatkan ekonomi Cina.

Ketua regulator perbankan dan asuransi, Guo Shuqing mengatakan di forum yang sama mengatakan bahwa Cina tidak akan mengalami apa yang disebut monetize fiscal deficits, suatu bentuk pelonggaran kuantitatif, dan dinilai tidak akan mengadopsi kebijakan suku bunga negatif.

Diperlukan waktu yang lebih lama untuk rantai pasokan global mengalami pemulihan dan ekonomi di seluruh dunia harus memikirkan kembali bagaimana cara untuk keluar dari langkah pelonggaran besar-besaran yang diluncurkan sebelumnya sebagai respon terhadap pandemi virus corona.

Sedangkan Wakil Perdana menteri Liu He dalam sambutannya di forum yang diadakan di Shanghai tersebut, mengatakan bahwa kebijakan moneter Cina harus berjalan lebih fleksibel dan itu harus memperkuat penyesuaian kontra-siklus.(WD)

Related posts