Header Ads

Yuan Jatuh Setelah Rilis GDP, Pound Tunggu Rencana B PM May

Mata uang China Yuan jatuh pada perdagangan Senin di Asia setelah data menunjukkan GDP China melambat pada kuartal keempat.

Pound Inggris masih di kisaran datar terhadap dolar AS karena Perdana Menteri Inggris Theresa May akan mengungkap Rencana B-nya untuk Brexit di parlemen kemudian pada hari menjelang pemungutan suara 29 Januari, setelah rencana awalnya dihancurkan oleh 230 margin suara minggu lalu.

Pasangan mata uang GBP/USD terakhir diperdagangkan di 1,2868, turun 0,03%.

USD/CNY naik 0,2% menjadi 6,7875 setelah data dari Biro Statistik Nasional menunjukkan pada hari Senin bahwa pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) kuartal keempat China menurun menjadi 6,4% dari 6,5% pada kuartal ketiga seperti yang diharapkan.

Pertumbuhan setahun penuh mencapai 6,6%, tingkat ekspansi paling lambat yang pernah dilihat China sejak 1990, meskipun juga sesuai dengan harapan.

Bank Rakyat China (PBOC) menetapkan nilai referensi yuan pada 6,7774 vs level pemulihan Jumat pada 6,7665.

Pasar AS akan ditutup untuk libur panjang akhir pekan pada hari Senin, sementara penutupan pemerintah yang sedang berlangsung terus menunda beberapa laporan ekonomi utama A.S.

Gesekan perdagangan China-AS diperkirakan akan tetap menjadi fokus bulan ini. Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He dijadwalkan mengunjungi AS pada 30 dan 31 Januari untuk putaran baru perundingan perdagangan.

Related posts