Yuan Kembali Melemah Terhadap Greenback Akibat Rendahnya Ekspektasi Pembicaraan AS-Cina

Mata uang Yuan Cina kembali melemah terhadap US Dollar di sesi perdagangan hari ini, akibat dari rendahnya ekspektasi mengenai rencana pembicaraan antara pihak Washington dan Beijing akan mampu memnghasilkan solusi bagi perselisihan perdagangan diantara keduanya. Yuan saat ini terpantau berada di jalur penurunan mingguannya, sekaligus mencatat penurunan dalam 13 minggu terakhir.

Para pedagang di pasar mata uang menilai bahwa sebagian besar pasar telah mencerna berita mengenai AS dan Cina yang akan memulai kembali pembicaraan mengenai perdagangan. Sebelumnya para pejabat Cina telah menyambut baik undangan dari Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin untuk melanjutkan pembicaraan diantara mereka. Akan tetapi Presiden AS Donald Trump justru menodai ekspektasi pasar dengan cuitannya di Twitter yang menyatakan bahwa AS tidak sedang berada dalam tekanan untuk membuat kesepakatan dengan pihak Beijing.

Sejumlah perusahaan telah membeli greenback sejak sesi perdagangan Kamis sore kemarin menyusul rebound yang dialami oleh Yuan setelah adanya pembicaraan antara Sinopec dengan AS. Para pelaku pasar menilai bahwa data ekonomi di bulan Agustus lalu tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap pergerakan nilai Yuan. Sebelumnya Cina melaporkan produksi industri dan penjualan ritel yang lebih baik dari perkiraan semula, namun laju ukuran investasi utama justru jatuh ke rekor terendah barunya.

RBC Capital markets mengatakan dalam sebuah catatannya memperkirakan data ekonomi Cina mulai mencerminkan langkah-langkah kebijakan yang lebih mendukung pertumbuhan dalam beberapa bulan mendatang sehingga tekanan terhadap Yuan akan sedikit berkurang. (WD)

On Articles

Related posts