Header Ads

Saham Boeing Turun Pasca Laporan Pendapatan Yang Lebih Baik

Perusahaan produsen pesawat komersil asal AS, Boeing Co melaporkan laba dan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan, namun demikian mereka memangkas perkiraan margin bisnisnya di bidang pertahanan untuk jangka waktu setahun, menyusul biaya yang lebih tinggi di produksi KC-46 aerial refueling tanker yang teah lama tertunda. Nilai saham produsen pesawat terbesar dunia tersebut turun 2.2% pada sesi pembukaan perdagangannya, setelah mereka memmangkas perkiraan margin operasional selama 2018 dari awal sebesar 11% menjadi 10.5% untuk divisi bisnis pertahanan mereka.

Robert Stallard, seorang analis di Vertical Research Partners, mengatakan dalam sebuah catatan penelitian bahwa manajemen Boeing sebelumnya telah menyatakan keyakinan mereka bahwa tidak akan ada lagi biaya untuk tangki bahan bakar, namun pada kenyataannya biaya itu tetap ada. Stallard menambahkan bahwa investor pada umumnya mengabaikan isu-siu sebelumnya di divisi pertahanan, namun ketika mereka menemukan bahwa pendapatan dan perkiraan kas tidak berubah, maka hal ini menjadi tidak baik baik prospek kedepannya.

Sebelumnya Boeing melaporkan pendapatan inti 2018 sebesar $14.30 hingga $14.50 per saham, yang mana tidak berubah dari periode yang sama di tahun sebelumnya, akan tetapi angka ini masih dibawah estimasi pasar sebesar $14.56 per sahamnya. Sejak awal tahun ini nilai saham Boeing telah mengalami lonjakan lebih dari 21%, seiring peningkatan pesanan pesawat yang mendapatkan dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap perjalanan udara serta ditambah oleh kemampuan Boeing dalam menghasilkan arus kas yang kuat. Meskipun demikian para analis menilai bahwa saham-saham seperti Boeing sangat rentan terhadap meningkatnya ketegangan trade wars antara Washington dengan Beijing. (WD)

Related posts