Bursa Cina Menguat Didukung Penundaan Kebijakan Tarif AS

Pergerakan mayoritas bursa saham Asis diperdagangkan lebih tinggi pada sore ini, di tengah optimisme pasar yang meningkat menyusul penundaan pemberlakuan tarif terhadap barang-barang produk Cina Presiden Donald Trump.

Saham-saham di pasar Cina daratan mengalami kenaikan yang cukup tajam, sejak perdagangan sesi kedua sore ini. Indeks Shanghai Composite dan indeks Shenzen Composite dilaporkan melonjak hingga lebih dari 5%. Dengan demikian bursa Cina Daratan memasuki zona bullishnya dan mencatat kenaikan 20% dari level terendah intraday yang tercatat pada sesi perdagangan awal Januari lalu.

Sebelumnya indeks Shanghai Composite mengalami kejatuhan sekitar 20% dari level tertingginya pada pertengahan tahun lalu, seiring merebaknya sentimen pasar terhadap perselisihan perdagangan AS dan Cina. Sementara itu indeks saham Hangseng mencatat kenaikan 0.44%, seiring kenaikan saham China Construction Bank yang naik sekitar 1.6%. Selain itu saham dari perusahaan peralatan jaringan ZTE, mencatat kenaikan lebih dari 2.5%, setelah melonjak hingga 13.9% sebelumnya.

Pasar Cina secara umum telah membukukan kenaikan yang kuat sejak awal tahun ini, seperti Shanghai Composite yang telah naik lebih dari 18% dan CSI300 yang mengalami lonjakan lebih dari 20% di tahun ini.

OCBC Treasury Research dalam sebuah catatannya menilai bahwa pernyataan Presiden AS dan Cina tentang kemajuan signifikan yang berhasil dicapai dalam negosiasi perdagangan, berhasil menciptakan peluang yang lebih besar dalam mencapai kata sepakat, namun stabilitas kesepakatan dalam jangka menengah sangat bergantung kepada dua hal yang sangat mendasar, yaitu kesepakatan mengenai reformasi struktural Cina serta penegakan kesepakatan perdagangan.(WD)

Related posts