Header Ads

ADNOC Menjalin Kesepakatan Dengan KKR Dan BlackRock

Perusahaan minyak nasional Abu Dhabi (ADNOC) dikabarkan telah menandatangani kesepakatan infrastruktur pipa saluran minyak senilai $4 milliar dengan perusahaan investasi asal AS, KKR dan BlackRock. ADNOC diketahui telah memperluas jaringan bisnis mereka dengan menjali sejumlah kemitraan strategis sejak 2017 lalu.

Pada bulan lalu mereka berhasil memenangkan investasi gabungan senilai $5.8 milliar dari perusahaan Italia, ENI dan OMV asal Austria, untuk mendapatkan saham dalam bisnis penyulingan minyak, guna membangun operasi perdagangan baru yang dimiliki oleh ketiga perusahaan tersebut dalam sebuah kemitraan. Sementara kesepakatan yang baru ditandatangani tersebut, dilakukan menyusul debut ADNOC di pasar modal dengan obligasi Abu Dhabi Crude Oil Pipeline, IPO unit distribusi ADNOC serta sejumlah inisiatif lainnya.

Sebuah entitas baru yang diberi nama ADNOC Oil Pipelines, akan menyewakan kepentingan perusahaan minyak tersebut di 18 jaringan pipa pengiriman minyak, untuk mengangkut hasil minyak mentah dan produk kondensasi di seluruh konsensi hulu dari ADNOC dalam periode 23 tahun kedepan. Seluruh 18 jaringan pipa tersebut diketahui memiliki panjang keseluruhan mencapai lebih dari 750 km dengan kapasitas pengiriman mencapai hingga 13 juta barrel per hari.

Dana investasi yang dikelola oleh pihak KKR dan BlackRock tersebut akan dipergunakan untuk membentuk suatu konsorsium guna memegang sekitar 40% saham dalam entitas, sementara sisanya dimiliki oleh pihak ADNOC, yang akan mempunyai kedaulatan terhadap jaringan pipa serta manajemen operasional jaringan pipa tersebut. Kesepakatan ini diharapkan akan ditutup pada kuartal ketiga tahun ini, yang diperkirakan akan menghasilkan dana hingga sekitar $4 milliar kepada pihak ADNOC.

Mengutip pernyataan dari CEO ADNOC Group, Sultan al-Jaber yang mengatakan bahwa kesepakatan tersebut akan mengesahkan pendekatan ADNOC mengenai potensi untuk membuka nilai dari portfolio aset sembari mempertahankan kontrol terhadap kepemilikan serta operasional mereka. Dalam pernyataan itu disebutkan pula bahwa pihak BlackRock berinvestasi melalui Global Energy & Power Infrastructure Fund, sementara KKR berinvestasi melalui Global Infrastructure Investors Fund.

Sejak Sultan al-Jaber ditunjuk untuk memimpin ADNOC pada 2016 lalu, perusahaan tersebut telah mengalami sejumlah perubahan besar, mulai dari privatisasi, perdagangan minyak, hingga mampu memperluas kemitraan dengan sejumlah investor strategis. Hingga saat ini ADNOC telah mampu memproduksi minyak mentah hingga sekitar 3 juta per barrel dalam sehari serta sekitar 10.5 milliar cubic feet gas mentah per harinya.(WD)

Related posts