Header Ads

Air China Tidak Berencana Mengambil Alih Cathay Pacific

Maskapai penerbangan milik pemerintah Cina, Air China Ltd melalui salah satu direktur independennya menyatakan kepada surat kabar South China Morning Post, bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk mengambil alih maskapai penerbangan Cathay Pacific Airways Ltd yang berbasis di Hong Kong.

Direktur non-eksekutif Air China Stanley Hui, saat ditanya apakah perusahaan yang memiliki 30% saham Cathay Pacific itu akan membeli seluruh maskapai tersebut, mengatakan bahwa berdasarkan sepengetahuannya hal ini tidak tercantum dalam agenda Air China kedepannya.

Sebagai maskapai penerbangan terbesar Hong Kong, Cathay Pacific telah menjadi korban dari demonstrasi anti pemerintah Cina, setelah pemerintah Beijing menuntut perusahaan tersebut untuk memberikan sanksi terhadap stafnya yang terlibat atau bahkan hanya mendukung gelombang protes yang menolak RUU ekstradisi dari pemerintah.

John Slosar selaku pimpinan Cathay Pacific pada pekan lalu telah mengumumkan rencana untuk mundur di bulan November, hanya berselang kurang dari tiga minggu setelah Chief Executive Officer Rupert Hogg menyatakan mundur di tengah meningkatnya pengawasan dari regulator pemerintah.

Seperti diketahui bahwa Air China merupakan pemegang saham terbesar kedua di Cathay Pacific, setelah perusahaan fund manager Swire Pacific Ltd yang memiliki saham hingga 45%.

Terkait pengunduran diri Slosar, dewan komisaris telah menunju Patrick Healy, mantan eksekutif Swire, sebagai penggantinya. Sejumlah analis mengatakan bahwa sangat masuk akal bagi Air China untuk mengambil alih sisa saham Cathay Pacific keseluruhannya di masa mendatang.

Akan tetapi Hui mengatakan lebih lanjut, bahwa setiap langkah yang diambil oleh pemerintahan Beijing, yang mampu mengubah kepemilikan Cathay Pacific, disebut akan mengirim sinyal yang salah kepada para investor asing.

Hingga saat ini pihak South China Morning Post tidak dapat menghubungi pihak Air China untuk dimintai komentarnya.(WD)

Related posts