Aksi Ambil Untung Iringi Respon Pasar Terhadap Komentar Pejabat FED

Lantai Bursa Saham - Pasar Saham

Pasar Saham jatuh kembali pada perdagangan Selasa kemarin karena investor menjadi lebih yakin Federal Reserve hanya akan memberlakukan penurunan suku bunga sederhana pada pertemuan Juli. Selain itu, kegugupan pasar tumbuh tentang prospek pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping

Indeks S&P 500 turun 0,95% diikuti indeks komposit Nasdaq yang turun 1,51%. Sementara itu, indeks Dow Jones turun 0,67%. Penurunan perdagangan kemarin adalah yang ketiga berturut-turut untuk S&P 500 dan Nasdaq dan yang kedua dalam tiga hari untuk Dow Jones.

Pasar sedikit lebih rendah ketika Ketua Fed Jerome Powell dan Presiden Bank Federal Reserve St. Louis James Bullard memberikan pidato dan mengakui bahwa suku bunga mungkin perlu dipotong untuk mempertahankan pemulihan ekonomi. Tapi Bullard menegcewakan pasar ketika dia menyarankan penurunan suku bunga tidak akan sampai 50 basis poin, dimana angka itu sudah masuk dalam kalkulasi investor bullish dan yang presiden inginkan.

Pidato-pidato tersebut kemungkinan akan memperkuat kritik presiden terhadap The Fed dan Powell pada khususnya. Ada pembicaraan bahwa presiden mungkin mengganti Powell sebagai ketua, meskipun masa jabatan Powell yang sebenarnya sebagai ketua Fed masih panjang. Legalitas langkah intervensi semacam itu tidak sepenuhnya jelas.

Terlepas dari reaksi pasar saham, pedagang obligasi melihat suku bunga bergerak lebih rendah. Treasury 10-Tahun AS turun di bawah 2% untuk pertama kalinya sejak November 2016. Yields telah turun 17,4% pada kuartal ini saja dan turun sekitar 25,8% untuk tahun ini.

Selain ketegangan politik dan ekonomi, aksi ambil untung tampaknya mempengaruhi pasar, dengan saham teknologi yang paling terdampak.

Related posts