Aksi Jual Di Bursa Wall Street Berpotensi Berubah Menjadi Aksi Bargain Hunting

Bursa indeks saham berjangka AS kembali turun di sesi perdagangan hari Rabu, menyusul aksi jual sebelumnya serta ditambah dengan kekhawatiran yang masih berlanjut terhadap iklim perdagangan dan pertumbuhan ekonomi global. Investor tengah mewaspadai terhadap isu-isu panas yang dapat menciptakan volatilitas dalam beberapa hari mendatang, termasuk pertemuan OPEC pada hari ini, pemungutan suara di parlemen Inggris terkait Brexit serta batas tenggat waktu 90 hari untuk perjanjian perdagangan AS-Cina.

Hingga saat ini indeks saham AS telah mencatat penurunan lebih dari 3%, seiring pergerakan pasar obligasi AS yang memberikan cerminan adanya gangguan terhadap pertumbuhan ekonomi AS. Sikap skeptis yang ditunjukkan oleh pelaku pasar terhadap prospek kesepakatan perdagangan, menjadi faktor utama terjadinya penurunan di pasar.

Kekhawatiran para investor mengenai gagalnya pencapaian kesepakatan antara AS dan Cina turut menjadi katalis utama bagi aksi jual yang terjadi sehari sebelumnya. Namun pihak Cina menyatakan keyakinan mereka bahwa pihaknya akan mampu mencapai kesepakatan.

Peter Tuz, presiden Chase Investment Counsel di Charlottesville, Virginia, dan investor lainnya mengatakan aksi jual pada hari Selasa bisa mengarah pada aksi bargain hunting, namun beliau menyatakan bahwa ketidakpastian terhadap sektor perdagangan serta isu-isu lainnya akan sangat mempengaruhi sentimen dalam waktu dekat.

Selain itu para investor nampaknya cemas menunggu hasil data di sektor tenaga kerja besok. Jim Paulsen, kepala strategi investasi di The Leuthold Group di Minneapolis, mengatakan bahwa pasar memiliki hanya memiliki celah yang sempit untuk merubah pasar menjadi bullish.(WD)

Related posts