Aktivitas Manufaktur Jepang Melambat Di Bulan November

Sebuah survei awal terhadap sektor manufaktur menunjukkan bahwa menurunnya tingkat pesanan baru menjadi faktor utama melambatnya aktifitas manufaktur Jepang selama bulan November, sehingga mencatat laju paling lambatnya dalam dua tahun terakhir.

Flash Manufacturing PMI yang dirilis oleh Markit/Nikkei turun ke angka 51.8 di tingkat musiman di bulan November dari sebelumnya di 52.9 pada bulan Oktober. Meskipun angka indeks tetap diatas ambang 50 dalam 27 bulan beruntun, namun hasil ini menimbulkan keraguan mengenai prospek pertumbuhan sektor manufaktur di kuartal terakhir saat ini.

Joe Hayes, ekonom di IHS Markit menilai bahwa tren saat ini cenderung mengarah ke sisi negatif, menyusul perkembangan yang mengkhawatirkan akibat dari meredanya momentum pertumbuhan global sehingga mendasari turunnya tingkat pesanan, serta ditambah fundamental domestik yang memang masih lemah saat mengawali kuartal keempat saat ini.

Indeks untuk pesanan baru di tingkat domestik turun menjadi 49.6 dari 52.6 di bulan Oktober, sedangkan untuk pesanan ekspor justru menunjukkan ekspansi meskipun dalam laju yang lambat. Sedangkan untuk data indeks pesanan baru untuk ekspor, sebagai indikator utama pengiriman dari Jepang, dilaporkan turun ke 50.8 dari 51.1 di bulan sebelumnya.

Sebagai negara ekonomi terbesar ketiga di dunia, Jepang telah mencatat laju pertumbuhan kuartal ketiga yang menyusut lebih besar dari yang diperkirakan, akibat dari ekspor yang lesu serta ditambah faktor bencana alam. Seiring dampak dari bencana alam yang telah mereda, serta permintaan global yang melambat akibat Trader AS-Cina, dinilai akan dapat memberikan peluang pertumbuhan di kuartal ini bagi Jepang yang bergantung terhadap ekspornya.(WD)

Related posts