Aktivitas Pabrik Di Korea Selatan Turun Ke Level Terendahnya Sejak Krisis Global

Aktivitas pabrik di Korea Selatan untuk bulan September dilaporkan berada dalam kondisi terlemahnya setelah mencatat kebangkitannya sejak krisis keuangan global, di tengah muramnya segmen otomotif serta penurunan permintaan terhadap produk komponen elektronik.

Biro Statistik Korea melaporkan output produksi pertambangan dan manufaktur yang disesuaikan secara musiman, turun 2.5% di bulan September, yang mencatat kerugian bulanan terbesarnya sejak Februari tahun lalu. Secara detail dilaporkan untuk output di sektor otomotif turun 4.8% dalam sebulan dan 1.5% di tingkat tahunan, menyusul para produsen otomotif utama di negara tersebut menorehkan kinerja buruk baik di pasar domestik maupun luar negeri.

Sementara untuk produk komponen elektronik merosot hingga 7.8% di periode yang sama, seiring permintaan dari pasar luar negeri yang mengalami perlambatan, terutama di produk panel display. Output di bidang pengolahan logam mengalami penurunan tajam 19.4% di tingkat tahunan, namun sektor semikonduktor justru berhasil mempertahankan pertumbuhan yang solid sekaligus membukukan keuntungan hingga 15.4% dalam periode tahunan.

Laju operasional pabrik secara rata-rata sebanyak 73.9% atau turun 1.8 poin persentase dibandingkan bulan sebelumnya. Untuk tingkat persediaan mencatat penurunan 1.2% di tingkat bulanan, namun justru mencatat kenaikan 4.9% dari periode yang sama di tahun lalu.

Sedangkan sektor jasa yang menjadi indikator permintaan domestik, dilaporkan tetap dan tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya. Layanan di bidang real estate serta keuangan dan asuransi, masing-masing mencatat kenaikan 5.4% dan 1.4%, untuk mengimbangi kerugian 2.0% yang ditorehkan di sektor ritel dan grosir.

Dari sisi investasi modal dilaporkan mengalami kenaikan hingga 2.9% berkat dukungan dari besarnya ekspansi investasi di sektor chip. Akan tetapi secara keseluruhan jika diukur dari Coincident Indicator dan Leading Indicator, sebagai acuan untuk mengukur kegiatan ekonomi saat ini dan masa depan, mengalami penurunan dibawah ambang batas 100 menurut metrik OECD, yang berarti bahwa produksi sektor industri masih berada di bawah batas untuk jangka panjang sehingga mencerminkan semakin besarnya kesenjangan output.(WD)

Related posts