Aktivitas Pabrik Korea Selatan Kembali Menyusut Dibulan Juni

Aktivitas pabrik Korea Selatan menyusut pada laju tercepat dalam empat bulan pada Juni karena perlambatan perdagangan global semakin dalam, sehingga mendorong perusahaan untuk mengurangi produksi dan mengurangi lebih banyak pekerjaan, sebuah survei bisnis yang dirilis pada hari Senin.

Pesanan ekspor baru kembali kontraksi untuk 11 bulan berturut-turut, penurunan terpanjang dalam catatan, yang kemungkinan akan menambah tekanan bagi bank sentral untuk segera menurunkan suku bunga agar mengurangi resiko resesi.

Indeks (PMI) Markit manufaktur Korsel turun menjadi 47.5 dari 48.4 pada bulan Mei, menandai penurunan ketujuh dalam delapan bulan terakhir.

Total pesanan baru dari dalam dan luar negeri kontraksi selama delapan bulan berturut-turut, dipimpin oleh permintaan pendinginan dari sektor otomotif dan elektronik utama. Tekanan dari perang perdagangan AS-China sebagai faktor utama, tetapi pesanan ekspor dari semua bagian dunia dilaporkan lebih rendah.

“Panelis melaporkan bahwa (perlambatan perdagangan global) mengambil korban pada bisnis mereka, membebani permintaan barang dan kemudian mengarah pada pengurangan produksi,” kata Joe Hayes, seorang ekonom di IHS Markit.

Menghadapi permintaan yang lemah, pabrik-pabrik menurunkan harga barang-barang mereka dan menginjak rem, memotong produksi pada tingkat paling tajam dalam empat tahun. Kehilangan pekerjaan berlanjut untuk bulan kedua.

Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan kontraksi 0,4% pada periode Januari-Maret dari kuartal sebelumnya.

Related posts