Header Ads

Aramco Sepakat Untuk Mengambil 19.9% Saham Hyundai Oilbank

Saham Hyundai Oilbank yang merupakan unit usaha penyulingan minyak mentah milik Hyundai Heavy Industries, akan diserahkan kepada perusahaan minyak asal Arab Saudi, Aramco sebanyak 19.9% yang menandai langkah bagi perusahaan raksasa minyak dari Timur Tengah tersebut untuk mendominasi pasar penyulingan dan perminyakan di Korea Selatan menyusul kepemilikannya terhadap saham mayoritas di perusahaan pemasok minyak asal Korea Selatan lainnya yaitu S-Oil.

Hyundai Heavy Industries, produsen kapan terbesar dunia, mengatakan bahwa pihaknya telah menandatangani kesepakatan pra-IPO dengan pihak Aramco dengan harga 36,000 ($32.24) per sahamnya dengan memperkirakan kapitalisasi pasar Hyundai Oil di kisaran 10 triliun Won pasca pelaksanaan go public dari saham mereka..

Dengan adanya kesepakatan ini maka Hyundai Oil memastikan mendapatkan modal baru sebesar 1.8 triliun Won, sekaligus memangkas kepemilikan saham di perusahaan induk menjadi 71%. Namun demikian kesepakatan tersebut masih memerlukan persetujuan dari dewan kedua belah pihak perusahaan tersebut. Hingga siang hari waktu Seoul, nilai saham Hyundai Heavy Industries Holdings naik sebesar 3.97% ke harga 380 ribu Won.

Pengaturan pra-IPO ditetapkan hanya sebanyak 19.9%, karena kepemilikan saham lebih dari 20% akan menempatkan Hyundai Oil di bawah S-Oil, dimana Aramco memegang saham S-Oil hingga sebanyak 63%, sekaligus juga untuk meningkatkan aturan antimonopoli.

Pada tahun 2017 lalu pihak Hyundai Oilbank telah mampu menguasai sebanyak 21.5% pangsa pasar ritel minyak di Korea Selatan, diikuti oleh S-Oil sebesar 20%, sementara SK Energy dan GS Caltex masih menduduki peringkat pertama dengan penguasaan pangsa pasar sebesar masing-masing 32% dan 25%.

Pihak Hyundai Heavy Industries selama ini diketahui telah mempertahankan kemitraan yang erat dengan pihak Aramco sejak bertahun-tahun silam, dengan menjalin kerjasama dalam pembangunan galangan kapal yang akan menjadi galangan kapal terbesar di Arab Saudi, serta berencana untuk mendirikan usaha bersama dalam industri mesin kapal pada akhir tahun ini.

Dengan jaringan global lebih luas yang dimiliki oleh pihak Aramco, maka Hyundai Oilbank berharap dapat memanfaatkan hal tersebut guna mengeksplorasi bisnis baru seperti petrokimia, pelumas serta pengembangan ladang minyaknya.(WD)

Related posts