Aston Martin Mencatat Kerugian Besar Di Kuartal Pertama

Produsen mobil mewah asal Inggris, Aston Martin membukukan kerugian yang dalam di periode kuartal pertama lalu, setelah mencatat penurunan penjualan hingga hampir sepertiga akibat dampak krisis Covid-19, meskipun perusahaan tersebut mengatakan bahwa produksi jenis sport utility vehicle telah berada di jalurnya.

Sebelumnya produsen mobil yang dikenal sebagai pembuat mobil untuk film James Bond, telah mengalami kondisi yang tidak menguntungkan sejak Oktober 2018, dimana harga sahamnya jatuh dari 19.00 Pounds ($23.00) menjadi hanya sekitar 40 Pence.

Kondisi ini memkasa perusahaan untuk menggandeng miliarder Lawrence Stroll asal Kanada untuk berinvestasi di perusahaan tersebut, sementara mereka sendiri mengatakan akan terus melakukan peninjauan pendanaan masa depan serta opsi refinancing untuk meningkatkan likuiditasnya.

Pandemi Covid-19 saat ini telah menghantam laju permintaan dan memaksa pabrik-pabrik di seluruh dunia untuk menunda laju produksinya, namun Aston justru membuka kembali pabriknya di Welsh pada pekan lalu untuk beroperasi, namun belum membuka pabrik lainnya yang berlokasi di Inggris Selatan.

Chief Executive Aston Martin Andy Palmer mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya jelas terpukul oleh krisis pandemi corona ini, yang dimulai dari Cina pada Januari lalu dan saat ini melanda Eropa dan AS.

Perusahaan ini mencatat kerugian sebelum pajak hingga sebesar 119 juta Pounds ($146 juta), dari kerugian sebelumnya sebesar 17 juta Pounds yang tercatat di periode yang sama setahun lalu, seraya menyampaikan bahwa tidak bisa lagi memberikan prsopek tahunan, setelah selama tahun 2019 lalu mencatat kerugian sebesar 104 juta Pounds.

Pembuat mobil tersebut mengatakan bahwa produksi SUV DBX, yang merupakan kunci untuk meningkatkan volume dan menarik pembeli baru , berada di jalur dan memiliki tingkat pesanan yang kuat.

Penjualan ritel inti tercatat sebesar 31% per tahun, sehingga memangkas jumlah staff, memotong gaji manajemen di tingkat senior serta memperkenalkan langkah-langkah keselamatan tambahan sebagai bagian dari upaya untuk menangani krisis yang disebabkan oleh pandemi.

Lawrence Stroll berharap untuk mengejar perubahan sebagian haluan dengan berbagi teknologi F1 dengan beberapa produsen mobil lainnya, sekaligus memimpin konsorsium yang mengambil 25% saham di perusahaan awal pada tahun ini sebagai bagian dari langkah peningkatan modal senilai 536 juta Pounds.(WD)

Related posts