Header Ads

AT&T Berkomitmen Memangkas Beban Hutang Di Tahun Depan.

Perusahaan operator nirkabel dengan jumlah pelanggan terbesar kedua di AS, AT&T Inc mengatakan bahwa pihaknya telah berkomitmen untuk memangkas beban utang yang berat di tahun depan melalui berbagai langkah, termasuk menelaah kembali terhadap semuan aset non-inti mereka seperti saham mereka pada perusahaan video streaming Hulu, yang kemungkinan akan dilepas ke pasar.

Dalam pertemuan analis di New York pada Kamis malam waktu AS, AT&T mengatakan bahwa pihaknya akan membayar $18 milliar hingga $20 milliar dari hutangnya di akhir tahun depan, salah satunya dengan menghasilkan hingga $8 milliar dalam bentuk tunai dari hasil penjualan sejumlah asetnya.

Sepanjang tahun ini nilai saham AT&T terlah mencatat penurunan hingga 21%, seiring kekhawatiran para investornya terhadap beban hutang yang berat hingga mencapai $183 milliar per 30 September lalu, pasca pembelian perusahaan media Time Warner. Mereka berharap arus kas masuk di tahun depan mampu menghasilkan sekitar $26 milliar, atau diatas rata-rata perkiraan analis sebesar $24.84 milliar. Setidaknya pertumbuhan free cash flow akan membantu mendukung kenaikan EBITDA hingga sebesar 2.5 kali di akhir tahun 2019. Untuk pertumbuhan laba yang disesuaikan per saham di kisaran 1 digit, menyusul perkiraan analis sebesar 1.7%.

Untuk menuju kearah tersebut, pihak AT&T berharap dapat menarik cukup banyak pelanggan untuk menebus penurunan jumlah pelanggan video liner dan jaringan televisi satelit DirecTV yang berkelanjutan, setidaknya cenderung stabil dari penurunan di kuartal ketiga lalu.

Perusahaan tersebut juga menyampaikan rincian baru produk video streaming dari pesaing mereka Netflix yang rencananya akan diluncurkan di akhir 2019 oleh WarnerMedia, sebiah segmen baru yang mencakup jaringan Turner dan saluran premium HBO. (WD)

Related posts