Header Ads

Aviva Akan Memangkas 1,800 Posisi Pekerjaan Global Mereka

Perusahaan asuransi asal Inggris, Aviva menyatakan bahwa pihaknya akan merstrukturisasi bisnis mereka di Inggris, dan sekaligus akan memangkas biaya di seluruh kantor cabang perusahaan mereka dengan memberhentikan sebanyak 1,800 posisi pekerjaan, akibat dari keinginan pimpinan baru mereka yang sedang berupaya membuat bisnis lebih kompetitif.

Maurice Tulloch telah mengambil alih kedudukan sebagai CEO Aviva pada bulan Maret lalu, setelah sebelumnya menjadi insider trader dari perusahaan tersebut, di tengah kekhawatiran para investor bahwa perusahaan yang menyediakan produk asuransi pensiun, rumah dan mobil tersebut, gagal untuk mencapai target penjualan produk mereka.

Selain itu perusahaan ini juga tengah menghadapi persaingan yang semakin meningkat dari raksasa asuransi asal Jerman, Allianz yang berhasil melakukan dua kesepakatan besar bernilai lebih dari 800 juta Poundsterling ($1 milliar) pada pekan lalu, sebagai upaya untuk memperkuat posisi mereka sebagai perusahaan asunrasi umum terbesar di pasar asuransi Inggris. Aviva mengatakan akan menurunkan biaya hingga 300 juta Poundsterling per tahun selama tiga tahun ke depannya.

Dalam sebuah pernyataannya menjelang hari pertama menduduki posisi CEO, Tulloch mengatakan bahwa saat ini merupakan langkah pertama dari rencananya untuk menciptakan efisiensi Aviva yang lebih kompetitif dan lebih komersial, dang pemangkasan biaya menjadi faktor yang penting dalam rencana tersebut. Saat ini Aviva memiliki karyawan hingga sebanyak 30,000 orang yang berada di semua kantor cabang internasional mereka, yang meliputi Kanada, Perancis, Irlandia dan kawasan Asia.

Menanggapi rencana pemangkasan 1,800 pekerja Aviva, serikat pekerja Inggris, Unite meresponnya dengan kemarahan terhadap rencana PHK global dari Aviva, sembari mengatakan bahwa pihaknya telah mengatur diadakannya diskusi secara mendesak dengan pihak manajemen Aviva.

Namun demikian nilai saham Aviva justru merespon secara positif terhadap perubahan strategi tersebut, dengan mencatat kenaikan 1.7% di sesi perdagangan awal waktu Eropa. Sepanjang tahun ini nilai saham Aviva telah membukukan kenaikan hingga 12%, yang mana kenaikan ini mampu untuk menutupu setengah dari kerugian yang mereka derita pada tahun lalu.

Salah seorang analis di Panmure, Barrie Cornes mengatakan bahwa saham Aviva berada dalam kondisi overvalued secara fundamental, yang mana ini berarti bahwa kondisi ini mengulang rekomendasi pembelian terhadap sahamnya. Dalam rencana yang disusun tersebut, Aviva akan terfokus pada pemotongan biaya di kantor pusat, biaya konsultan serta pengeluaran proyek.

Rencana ini juga telah memisahkan unit bisnis UK Life Insurance dari unit bisnis asuransi umum, dan Angela Darlington telah ditunjuk sevagai CEO sementara untuk UK Life dan Colm Holmes sebagai CEO untuk asuransi umum di seluruh grup, termasuk Inggris. Sementara unit bisnis digital Inggris, yang bermarkas di bekas garasi, akan dimasukkan ke dalam unit bisnis asuransi umum Inggris.

Mereka juga mengatakan bahwa perdagangan mereka hingga saat ini telah sesuai dengan kebijakan target 2018 lalu, sembari memberikan penegasan terhadap komitmen mereka terhadap kebijakan dividen progresif.(WD)

Related posts