Header Ads

Barclays Melaporkan Kenaikan Laba Dan Berharap Keluar Dari Masa Sulitnya

Institusi perbankan dan keuangan Inggris, Barclays melaporkan peningkatan angka untuk pendapatan di kuartal keduanya, yang menggambarkan kembalinya institusi tersebut ke jalur pertumbuhannya setelah mengalami tahun-tahun yang sulit. Bank tersebut melaporkan laba sebelum pajak sebesar 1.9 milliar Pounds ($2.49 milliar) selama periode kuartal kedua lalu, yang mana perolehan angka ini lebih tinggi dari periode yang sama setahun sebelumnya dan mematahkan perkiraan konsensus yang disusun oleh bank. Hasil ini menimbulkan optimisme bahwa Barclays akan tetap berada di jalur pertumbuhannya secara signifikan.

Dalam kesempatan acara CNBC Squawk Box Europe, chief executive Barclays, Jes Staley mengatakan bahwa laporan ini membuktikan bahwa Barclays berhasil mencatat kinerja kuat di kuartal kedua, sejak dimulainya restrukturisasi untuk menyingkirkan hambatan utama bagi mereka, seperti tidak adanya ligitasi yang menggantung, tidak ada lagi biaya untuk ligitasi tersebut, serta tidak adanya biaya untuk melakukan restrukturisasi, yang memberikan cerminan visi kedepannya. Dalam laporan disebutkan bahwa keuntungan yang mendasari pada semester pertama naik sebesar 20% menjadi 3.7 milliar Pounds, yang mana angka tersebut tidak termasuk ligitasi dan biaya. Jika memasukan biaya maka laba periode paruh pertama turuh 29% menjadi 1.66 milliar Pounds.

Dalam hal ini bank tersebut juga mengumumkan besaran dividen interim sebesar 2.5 sen per saham di semester pertama tahun ini, dan diharapkan mampu untuk membayar dividen hingga sebesar 6.5 sen per saham di tahun ini. Barclays dilaporkan telah mengurangi jumlah staff mereka hingga sebanyak 56 ribu, menjual hingga 22 unit bisnis mereka secara global serta menutup bisnis perbankan ritelnya di seluruh kawasan Eropa dan Afrika.

Satu setengah tahun terakhir merupakan masa-masa sulit bagi lembaga pemberi pinjaman Inggris tersebut, seiring upaya mereka untuk melepaskan masalah reputasi akibat sejumlah skandal dan diantaranya yang terbaru adalah dugaan penganiayaan seorang whistleblower di awal 2017 lalu, yang dianggap merupakan pelanggaran UU perlindungan saksi. Pada tahun 2008 silam, Barclays pernah dituntut oleh Departemen Kehakiman AS atas penjualan sekuritas berbasis mortgage sebelum terjadinya krisis keuangan dan bersedia untuk membayar sekitar $2 milliar untuk melunasi gugatan tersebut pada Maret lalu. (WD)

Related posts