Header Ads

BMW & Jaguar Land Rover Sepakat Mengembangkan Mobil Listrik

Dua produsen otomotif di benua Eropa, BMW dan Jaguar Land Rover mengatakan bahwa keduanya sepakat untuk bersama-sama mengembangkan unit motor listrik, transmisi dan elektronik daya, sebagai bagian dari aliansi yang dirancang untuk memangkas biaya pengembangan mobil listrik.

Di bawah aturan tentang anti-polusi yang ketat di Eropa, keduanya ditekan untuk meluncurkan kendaraan tanpa emisi, namun keduanya telah berjuang keras untuk mempertahankan margin keuntungan yang harus menyesuaikan dengan meningkatnya biaya produksi mobil listrik, baik yang terhubung atau otonom.

Anggota dewan BMW Klaus Froehlich mengatakan bahwa kedua belah pihak memiliki kesempatan untuk memberikan pelayanan secara efektif bagi kebutuhan pelanggan mereka, dengan mempersingkat waktu pengembangan teknologi sekaligus meluncurkan produk canggih mereka lebih cepat ke pasar otomotif Eropa. Kedua perusahaan akan memproduksi drivetrain listrik di fasilitas produksi mereka sendiri.

Sementara itu Nick Rogers, selaku direktur teknik di produsen otomotif asal Inggris Jaguar Land Rover berkata bahwa pihaknya telah membuktikan bahwa mereka dapat membangun mobil listrik terkemuka di dunia, namun saat ini mereka perlu untuk meningkatkan teknologi mereka guna mendukung produksi generasi berikutnya dari produk Jaguar & Land Rover.

Sedangkan pihak BMW dikabarkan tengah dalam pembicaraan dengan Daimler untuk membuat komponen mobil listrik, namun di sisi lain juga menjalin diskusi yang instensif dengan Jaguar Land Rover.

Disebutkan bahwa saat ini Jaguar Land Rover masih dijalankan oleh jajaran mantan manager di BMW, termasuk Ralf Speth selaku Chief Executive di perusahaan tersebut, setelah sebelumnya menghabiskan waktu hingga 20 tahun di BMW, serta Wolfgang Ziebart, seorang insiyur yang merancang mobil listrik Jaguar iPace, yang juga mantan dari anggota dewan penanggunga jawab pengembangan di BMW.

Dalam diskusi disebutkan bahwa BMW sudah sepakat untuk memasok mesin 8 silinder kepada Jaguar Land Rover yang menyatakan bahwa pihaknya akan melipatgandakan upaya mereka untuk memangkas biaya setelah sebelumnya membukukan kerugian hingga $4 milliar di awal tahun ini, akibat penurunan permintaan terhadap produk kendaraan jenis sport utility di pasar Cina dan aturan emisi diesel yang ketat.

Seperti diketahui bahwa BMW telah membeli Rover Group asal Inggris, yang meliputi merek Jaguar dan Land Rover, dengan nilai pembelian sebesar 800 juta Poundsterling di tahun 1994 silam, dan menjual Jaguar Land Rover ke Ford pada Maret 2000 seharga $2.7 milliar, hingga akhirnya Tata Group asal India membeli Jaguar Land Rover dari Ford seharga $2.3 milliar.(WD)

Related posts