Header Ads

BOJ Akan Mempertahankan Suku Bunga Rendah

Bank of Japan diperkirakan untuk memangkas perkiraan atau outlook inflasi dan mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar pada hari Rabu. Tekanan pada ekonomi meningkat dalam menghadapi permintaan global yang melambat, menghadapi pukulan lain pada upaya bertahun-tahun untuk mendorong pertumbuhan yang tahan lama.

Outlook kglobal yang memburuk juga mengindikasikan BOJ akan keluar dari program stimulus menyeluruh yang dimulai pada 2013, dimana para pembuat kebijakan telah akui akan melakukan lebih banyak kerusakan daripada kebaikan, semakin lama hal itu (stimulus) dipertahankan.

Sumber mengatakan kepada Reuters bahwa bank sentral akan mempertahankan pandangannya bahwa ekonomi Jepang, terbesar ketiga di dunia, akan terus berkembang dengan kecepatan moderat. Namun, meningkatnya tekanan pada pertumbuhan global dari perang perdagangan antara Amerika Serikat dan China – mitra dagang terbesar Jepang – membuat banyak analis khawatir tentang pandangan tersebut.

Sebuah jajak pendapat Reuters dari para ekonom menunjukkan bahwa faktor-faktor eksternal tersebut telah meningkatkan peluang Jepang memasuki resesi pada tahun fiskal yang akan datang ini dimulai pada bulan April, membuatnya semakin sulit bagi BOJ untuk mencapai target inflasi 2 persen.

Selain itu, Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas outlook pertumbuhan globalnya dan survei menunjukkan meningkatnya pesimisme di antara para pemimpin bisnis di tengah ketegangan perdagangan.

Pada pertemuan penetapan kebijakan yang berakhir pada hari Rabu, BOJ secara luas diharapkan untuk mempertahankan target suku bunga jangka pendek pada minus 0,1 persen dan janji untuk membimbing hasil obligasi pemerintah 10-tahun sekitar nol persen.

Related posts