Header Ads

BoK: Pertumbuhan Korea Selatan Melambat

Korea Selatan - BOK

Penurunan tajam dalam investasi modal memperlambat pertumbuhan ekonomi Korea Selatan pada kuartal kedua, sementara pertumbuhan ekspor yang lebih lemah bisa menambah kekhawatiran terhadap prospek perdagangan di paruh kedua tahun ini.

Produk domestik bruto (PDB) bertumbuh 0,7 persen pada kuartal kedua, Bank of Korea (BOK) mengatakan pada hari Kamis (26/7), melambat dari 1 persen pertumbuhan selama Januari hingga Maret, seperti yang diharapkan. Pertumbuhan tahun-ke-tahun tercatat 2,9 persen, sedikit di bawah perkiraan survei Reuters yaitu pertumbuhan 3 persen.

Investasi di pabrik dan peralatan turun 6,6 persen, kinerja terburuk sejak kejatuhan sebesar 7,1 persen pada kuartal pertama 2016 ketika investasi skala besar dalam kapasitas manufaktur untuk memproduksi chip memori dan panel display mereda.

Menurut salah seorang pejabat bank sentral, investasi pada mesin untuk produksi chip memori dan panel display menurun. Konsumsi swasta juga terpukul akibat penurunan aktivitas oleh organisasi non-pemerintah karena Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang berakhir.

Konsumsi swasta naik 0,3 persen, mencatat pertumbuhan paling lambat dalam enam kuartal, sementara investasi konstruksi turun 1,3 persen setelah naik 1,8 persen pada kuartal sebelumnya.

Ekspor, yang mencapai sekitar 43 persen dari PDB, bertumbuh 0,8 persen pada kuartal kedua setelah melompat 4,4 persen pada yang pertama. Konflik perdagangan global dapat merusak ekspor Korea Selatan berlanjut di semester kedua. Karena perselisihan antara AS dan China akan mempengaruhi ekspor Korea Selatan.

Ekspor kuartal kedua menambahkan 1,3 poin persentase ke pertumbuhan secara kuartal, sementara penurunan dalam sektor konsumsi domestik yang lebih luas berkurang 0,6 poin persentase, menghasilkan ekspansi triwulanan sebesar 0,7 persen untuk periode April-Juni.

Related posts