Header Ads

BoK’s Lee : Ketidakpastian Eksternal Berpotensi Mengganggu Pasar Domestik

Lee Ju-yeol selaku Gubernur Bank of Korea mengeluarkan peringatan terhadap terjadinya kepanikan yang berlebihan terhadap ekonomi dan pasar modal Korea Selatan. Pada kesempatan yang sama beliau juga mengklaim bahwa kondisi pasar tidak sama seperti saat ekonomi global menghadapi krisis di akhir 1997 dan kurun waktu 2008-2009 silam.

Lebih lanjut Lee mengatakan bahwa saat itu penurunan tajam yang menimpa bursa saham Korea telah diikuti oleh lemahnya dissinkronisasi dalam obligasi dan nilai tukar mata uang. Kondisi berbeda terjadi saat ini, dimana obligasi tetap stabil dan depresiasi mata uang Won Korea terbatas di putaran perdagangan terakhir, dengan mempertahankan saldo current-account serta ditambah dengan integritas keuangan yang kuat, sehingga secera umum para investor memiliki keyakinan terhadap ekonomi Korea Selatan.

Dalam kesempatan pertemuan dengan kepala bank komersial lokal, Lee menambahkan bahwa cadangan valas serta kepemilikan utang menunjukkan sedikit perubahan sepanjang bulan Oktober, serta para investor asing menunjukkan tanda-tanda akan menambah pembelian obligasi pemerintah Korea. Namun demikian beliau juga menegaskan untuk terus mengawasi sekaligus mengambil tindakan stabilisasi dengan pemerintah, seiring ketidakpastian eksternal yang mempunyai potensi membangun atau bahkan mengganggu pasar domestik.

Selama periode bulan oktober, bursa indeks saham Kospi telah mengalami penurunan 13.8%, sementara indeks Kosdaq mencatat penurunan 19%, akibat dari aksi jual besar-besaran oleh para investor asing. Pada sesi penutupan perdagangan pekan ini, indeks Kospi ditutup lebih tinggi setelah komentar dari Presiden AS Donald Trump memberikan indikasi tanda-tanda kemajuan dalam hubungan perdagangan antara AS-Cina. Indeks Kospi dan Kosdaq rata-rata menutup perdagangan hari ini dengan mencatat kenaikan diatas 3%.(WD)

Related posts