Header Ads

BP Plc Telah Menambah Unit Produksi Baru Di Kawasan Teluk Mexico

Perusahaan minyak asal Inggris, British Petroleum Plc mengumumkan unit-unit produksi baru di kawasan Teluk Mexico, guna meningkatkan posisinya sebagai produsen minyak terbesar di wilayah tersebut, saat sejumlah perusahaan-perusahaan minyak global tengah berjuang untuk memperluas pengeboran shale oil secara luas.

Akan tetapi pihak BP tidak akan menambah dua unit produksi pengeboran bawah laut di lokasi dua mil sebelah selatan dari wilayah Thunder Horse, dengan alasan biaya investasi. Diketahui bahwa produksi minyak di lepas pantai AS menyumbang 1.8 juta barrel per hari, yang memiliki jutaan barrel per hari, sehingga menjadikan BP sebagai produsen minyak terbesar di dunia.

Sejumlah sumber yang mengetahui bahwa keputusan investasi BP mengatakan bahwa reservoir minyak di wilayah teluk yang luas dan platform yang sangat terjangkau menjadikan formasi ini sebagai lindung nilai yang baik terhadap risiko shale oil, dimana produktivitas sumur pengeboran tetap sangat baik.

Menurut para analis iklim regulasi yang andal di Teluk Meksiko telah membuat kawasan ini sangat menarik. BP menggunakan kemampuan pencitraan seismik baru untuk mengidentifikasi tambahan 1 miliar barel minyak di lapangan Thunder Horse.

Emeka Emembolu, BP’s Gulf of Mexico vice president for reservoir development, mengatakan bahwa rata-rata wilayah Deepwater Gulf di dunia, dengan tingkat kepentingan yang relatif tinggi dari sumur pengeboran dalam laut atau lepas pantai, tingkat produktivitasnya relatif lebih tinggi. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa beberapa sumur lepas pantai memiliki tingkat produksi mulai dari 30 ribu barrel per hari.

Perkembangan pengeboran lepas pantai secara konvensional membutuhkan investasi awal yang besar, namun peningkatan teknologi pemulihan telah mengurangi biaya proyek pengeboran minyak tersebut. Diketahui BP telah mengurangi biaya per barrel menjadi $40 per barrel bahkan kurang dari nilai tersebut.

Secara terpisah, Exxon Mobil Corp telah memulai proses penjualan untuk mengidentifikasi pembeli untuk 45.000 barel per hari dari kepentingan produksi Teluk dan Royal Dutch Shell setuju untuk menjual platform produksi bulan lalu.(WD)

Related posts