Header Ads

Brookfield Asset Management Menunda Penjualan DBCT

Perusahaan Brookfield Asset Management asal Kanada telah menunda penjualan daftar terminal ekspor batubara di Australia senilai $2 milliar, akibat dari dampak pembatasan perjalanan di tengah penyebaran virus corona.

Sebuah sumber yang mengetahui akan hal tersebut mengatakan bahwa menjalankan proses penjualan dan pendaftaran menjadi suatu hal yang tidak mungkin karena adanya kebijakan larangan perjalanan akibat epidemi virus dalam skala global.

Keputusan tersebut menjadikan Dalrymple Bay Coal Terminal (DBCT), yang mencatat transaksi korporasi terbesar dan paling terkenal di Australia, menjadi korban dari kondisi pasar keuangan yang tidak stabil akibat epidemi tersebut.

Sumber tersebut mengatakan bahwa proses jalur ganda, yang juga mencakup prospek penawaran umum perdana (IPO), dapat dimulai kembali pada pertengahan tahun dengan tujuan transaksi pada kuartal ketiga.

Untuk itu Brookfield mengadakan roadshow non-kesepakatan untuk bertemu dengan para fund manager sebagai bagian dari IPO yang dijadwalkan akan dimulai di AS pekan depan sebelum masuk ke wilayah Eropa, namun hal tersebut tidak berhasil karena kebijakan larangan perjalanan.

Aktivitas pengambilalihan di Australia telah dimulai dengan kuat pada tahun 2020 setelah Alimentation Couche-Tard Inc meningkatkan tawarannya untuk ketiga kalinya untuk membeli Caltex, pengecer bahan bakar Australia, untuk menilai perusahaan tersebut sebesar $8.8 milliar.

Pada awalnya perusahaan tersebut menawarkan harga A$32 per saham, kemudian dinaikkan menjadi A$34.50 per saham dan tawaran terakhir yang diajukan pada Februari lalu berada di harga A$35.25, yang mana nilai ini dianggap cukup oleh dewan Caltex untuk memungkinkan uji tuntas dilakukan.

Akan tetapi nilai saham Caltex sekarang telah melemah secara substansial di belakang harga global yang tidak stabil dan ditutup pada A$27.53 pada perdagangan hari ini.

Penawaran putaran pertama untuk DBCT pada akhir Februari bernilai lebih dari A$2 milliar ($1.3 milliar), namun uji tuntas yang ekstensif serta kunjungan lapangan yang diperlukan untuk melanjutkan proses penjualan akan terlalu sulit dilakukan dalam kondisi saat ini.(WD)

Related posts