Bursa AS Reli Didukung Oleh Kembalinya Minat Beli Investor

Indeks utama Dow Jones menguat tajam setelah mencatat penurunan di hari sebelumnya sehingga mampu menarik minat beli investor di harga yang relatif rendah, di tengah sebagian besar laporan pendapatan perusahaan yang gagal memenuhi harapan Wall Street.

Tiga indeks utama Wall Street mencatat kenaikan rata-rata seiring para investor yang melakukan pembelian saham di sektor-sektor yang mengalami pukulan seperti saham teknologi dan travel. Dow Jones Industrial Average ditutup dengan kenaikan 0.7%, indeks S&P500 menguat sebesar 1%, sedangkan indeks Nasdaq Composite ditutup 1.4% lebih tinggi.

Saham-saham maskapai penerbangan seperti American Airlines dan Delta Air Lines menutup perdagangan hari kemarin di wilayah positifnya, namun United Airlines sedikit datar setelah mereka mengumumkan bahwa pihaknya telah memangkas sejumlah aktifitas penerbangan dari AS ke Cina Daratan dengan alasan adanya penurunan permintaan yang signifikan akibat wabah yang menyebar.

Selain itu saham-saham di sektor teknologi sepertinya mendapatkan momentum beli dari para investor, menyusul rebound yang dialami oleh saham-saham semikonduktor seiring sentimen konsumen yang berlaih kepada perusahaan chip yang berbasis di AS.

Gangguan apapun terhadap output memory chip di Cina akibat penyebaran wabah virus yang lebih cepat, dinilai menjadi sesuatu yang positif bagi para perusahaan pemasok produk chip di luar Cina seperti Micron, Western Digital dan ini terlihat dari pergerakan Philadelphia Semiconductor Index yang mengakhiri perdagangannya dengan kenaikan lebih dari 2%.

Selain itu saham Apple juga memberikan dukungan bagi reli di pasar yang lebih luas, dengan mencatat kenaikan hampir 3%.

Sejumlah laporan pendapatan perusahaan dirilis dengan hasil yang mengecewakan, namun hal ini justru memberikan pengaruh yang kecil bagi pergerakan bursa AS.

Seperti yang dialami oleh saham 3M yang tergelincir sekitar 6% setelah raksasa industri tersebut melaporkan hasil kuartalan yang kurang dari perkiraan Wall Street, sementara United Technologies justru berhasil mengalahkan estimasi hasil triwulanan mereka sehingga mampu mendongkrak sahamnya sekitar 1% lebih tinggi.

Sedangkan saham Pfizer justru mencatat penurunan sebesar 5% setelah laporan pendapatan kuartalan meleset dari harapan, yang sebagian besar diakibatkan oleh hilangnya ekslusifitas untuk obat pereda sakit merek Lyrica.

Selain itu kenaikan saham juga mendapat dukungan dari data Kepercayaan Konsumen yang menunjukkan kenaikan tajam.(WD)

Related posts