Header Ads

Bursa Asia Bergerak Mixed Menjelang Pembicaraan Dagang AS-Cina

Para investor masih menunggu putaran babak baru pembicaraan seputar perdagangan antara AS dengan Cina yang akan dimulai pekan ini, sehingga hal ini menimbulkan pergerakan yang bervariasi di lantai bursa saham di kawasan Asia.

Indeks saham Nikkei Jepang mengalami penurunan hingga sebesar 0.3% setelah dibuka di kisaran yang lebih tinggi, seiring penurunan saham kelas berat seperti Fast Retailing yang melemah hingga 0.54%. Sementara itu indeks saham Topix juga melemah hingga 0.18%.

Untuk indeks saham Kospi Korea Selatan juga mencatat penurunan, setelah saham LG Chem mengalami penurunan tajam hingga 1.52%. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia, di luar Jepang, mencatat kenaikan 0.12%, sedangkan pasar Hong Kong dan Cina ditutup terkait libur National Day.

Sepertinya para investor tengah mencerna data pekerjaan AS yang dirilis Jumat lalu, yang menunjukkan pertumbuhan yang moderat, dengan mencatat pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta sebanyak 136 ribu dan mencatat tingkat pengangguran yang berada di level terendahnya dalam 50 tahun terakhirnya.

Menjelang dibukanya kembali pembicaraan perdagangan AS-Cina di pekan ini, ada sebuah laporan yang mengatakan bahwa pejabat Tiongkok meragukan upaya untuk mencapai kesepakatan perdagangan secara lebih luas dengan pihak AS.

Pembicaraan ini akan dimulai pada hari Kamis mendatang yang bertempat di Washington, di tengah semakin meningkatnya ketegangan antara kedua negara setelah pemerintahan Presiden Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan sejumlah langkah untuk membatasi aliran portotfolio investor AS ke Cina, termasuk ke sejumlah perusahaan Cina yang sudah dihapus dari listing bursa saham AS.

Analis di Eurasia Group menulis dalam sebuah catatan bahwa hasil dari diskusi perdagangan pekan ini kemungkinan akan menjadi faktor yang sangat penting dalam menentukan apakah kedua pihak dapat mencapai kesepakatan perdagangan sementara guna menunda kenaikan tarif lebih lanjut.

Mereka mengatakan ada kemungkinan 40% untuk kesepakatan sementara, dan kemungkinan 60% bahwa Trump setidaknya menunda kenaikan tarif lebih lanjut. Sebelumnya diberitakan bahwa tarif terhadap barang-barang Cina senilai $250 milliar dijadwalkan akan naik menjadi 30% pada 15 Oktober mendatang, yang mana kedua negara terus menerapkan kebijakan tarif satu sama lain senilai milliaran Dollar, yang menimbulkan guncangan di pasar global, menciptakan ketidakpastian serta menghambat laju pertumbuhan ekonomi dunia.

Lebih lanjut analis di Eurasia mengatakan bahwa kesepakatan sementara minimal akan mencakup perjanjian dari Trump untuk menunda pemberlakukan tarif lebih lanjut serta memberikan persetujuannya terhadap lisensi yang tertunda bagi perusahaan pemasok bahan baku teknologi telekomunikasi asal Cina, Huawei ke pasar AS dengan imbalan bahwa pihak Beijing akan meningkatkan pembelian produk pertanian AS di masa mendatang.(WD)

Related posts