Bursa Asia Dibuka Melemah Akibat Kekhawatiran Lockdown Di Eropa

Seiring meningkatnya kekhawatiran mengenai lockdown pandemi baru di Eropa serta adanya laporan mengenai lembaga keuangan yang diduga telah memindahkan dana secara ilegal yang merugikan saham perbankan global, mayoritas bursa saham Asia dibuka melemah di sesi perdagangan hari ini.

Saham JPMorgan Chase & Co dan Bank of New York Mellon Corp masing-masing turun 3.1% dan 4.0% di sesi perdagangan Senin waktu AS, sementara saham HSBC Holdings Plc dan Standard Chartered Plc mencapai posisi terendahnya dalam 25 tahun, menyusul laporan bahwa keduanya telah melakukan pemindahan dana meskipun ada tanda-tanda bahaya yang mengindikasikan asal usul dana tersebut.

Bursa saham AS mencatat penurunan selama tiga pekan terakhir karena investor melepas posisi transaksi saham mereka di sektor teknologi kelas berat setelah mengalami reli panjang yang mengangkat indeks S&P 500 dan Nasdaq hingga menyentuh level tertinggi barunya.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang mencatat penutupan 1.26% lebih rendah, sementara saham-saham emerging market telah kehilangan gain hingga 1.64%, S&P/ASX 200 Australia mencatat penurunan 0.5%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan turun 0.9% di sesi perdagangan awal pekan ini.

Gelombang pandemi baru di Inggris telah memicu penurunan di perusahaan penerbangan, hotel dan kapal pesiar di pasar Eropa dan AS, sehingga mendorong terjadinya kekhawatiran baru mengenai kebijakan pembatasan lebih lanjut, yang mana hal ini akan mengancam laju pemulihan yang baru saja berlangsung dan akan semakin memberikan tekanan terhadap pasar ekuitas.

Selain itu kekhawatiran yang melanda pasar timbul akibat Kongres AS yang menemui jalan buntu setelah selama berminggu-minggu berupaya untuk menggodok ukuran dan bentuk RUU untuk merespon pandemi virus lainnya dan meninggalnya Hakim Agung AS Ruth Bader Ginsburg sepertinya telah semakin mengecilkan kemungkinan adanya pengesahan paket stimulus sebelum pemilihan presiden pada awal November mendatang, sehingga memicu penurunan besar di saham-saham sektor perawatan kesehatan.(WD)

Related posts