Bursa Asia Jatuh Akibat Aksi Jual Saham Teknologi

Bursa ekuitas di kawasan Asia terpantau turun dari rekor tertingginya di sesi perdagangan hari ini, yang diakibatkan oleh terhentinya pembicaraan stimulus AS serta aksi jual terhadap saham teknologi, di tengah negosiasi Brexit terakhir yang hanya menghasilkan kesepakatan untuk terus melakukan pembicaraan.

Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0.3%, sementara Nikkei Jepang turun dengan margin yang sama, setelah keduanya naik lebih dari 60% dari posisi terendahnya di bulan Maret.

Pasca gejolak yang terjadi di pasar mata uang semalam, nilai Treasury AS mencatat kenaikan serta indeks Dollar bergerak stabil, menyusul para pedagang yang tengah menunggu pertemuan kebijakan moneter dari European Central Bank, sementara akibat belum pastinya resolusi Brexit, mata uang Poundsterling mengalami tekanan.

Terkait akan hal tersebut Michael McCarthy selaku kepala strategi di pialang saham CMC Market yang berbasis di Sidney, mengatakan bahwa peningkatan saham yang cepat sejauh ini telah membuat para investor bersikap hati-hati, dan jatuhnya saham teknologi sedikit mengkhawatirkan, mengingat bahwa saham tersebut telah meningkat dalam semua kondisi pasar selama enam pekan terakhir, sehingga untuk melihatnya melemah maka kemungkinan ini menandakan bahwa pedagang tengah melihat langkah korektif jangka pendek.

Pada sesi perdagangan hari Rabu waktu AS semalam, indeks utama Nasdaq mencatat penurunan hampir 2%, yang didorong oleh penurunan saham Facebook hingga 1.9% menyusul pihak regulator AS mengajukan tuntutan hukum yang menuduh perusahaan tersebut telah menggunakan dominasinya untuk membeli atau menghancurkan para pesaingnya sehingga hal ini dinilai merusak iklim persaingan.

Sementara itu sebuah terobosan yang sulit dipahami dalam negosiasi bantuan untuk pandemi AS yang telah berjalan lama serta pembicaraan antara para pemimpin Inggris dan Uni Eropa mengenai perdagangan pasca Brexit turut menjadi faktor utama timbulnya tekanan bagi mayoritas bursa ekuitas di Asia.

Pada hari ini Bank Sentral Eropa diharapkan untuk mengungkap lebih banyak pembelian obligasi dan pinjaman murah untuk menopang blok mata uang yang dilanda resesi cukup lama untuk vaksin virus corona untuk dikerahkan.

Dalam hal ini para pedagang akan mencapai petunjuk mengenai apa yang akan dilakukan atau disampaikan oleh pihak bank sentral mengenai mata uang bersama yang telah mengalami lonjakan hampir 14% dari posisi terendahnya di bulan Maret lalu, yang dinilai telah menghalangi laju pendapatan para eksportir Eropa.(WD)

Related posts