Bursa Asia Menguat Seraya Menunggu Keputusan Kebijakan The Fed

Bursa saham Asia mencatat kenaikan dalam tiga sesi beruntun di hari Rabu ini, seiring para investor memanfaatkan pelonggaran kebijakan lockdown di sejumlah negara di dunia, di tengah harga minyak yang mengalami lonjakan dengan harapan laju permintaan akan meningkat.

Aset-aset berisiko termasuk ekuitas telah meningkat di sebagian besar sesi perdagangan selama bulan ini, berkat kebijakan stimulus fiskal dan moneter dalam jumlah besar di seluruh dunia sebagai upaya untuk meredam pukulan dampak pandemi terhadap ekonomi.

Berita positif seputar pengobatan potensial untuk infeksi serta kemajuan dalam mengembangkan vaksin turut berperan dalam meningkatkan sentimen pasar akhir-akhir ini.

Namun demikian kontributor utama dari meningkatnya sentimen adalah kembalinya kepercayaan investor terhadap berkurangnya kebijakan pembatasan sosial di AS, Eropa dan Australia, sementara Selandia Baru di pekan ini akan mengizinkan sejumlah sektor bisnis untuk kembali dibuka.

Analis di Jefferies, Sean Darby mengatakan bahwa pemulihan harga saham global dari posisi terendahnya di bulan Maret lalu sepertinya belum dibarengi dengan perluasan aktifitas pasar, seraya menambahkan bahwa jumlah saham di atas rata-rata pergerakan 260 hari mereka masih sangat rendah di pasar negara berkembang dan indeks pasar berkembang.

Selanjutnya para pelaku pasarakan terfokus pada pertemuan Federal Reserve yang akan mengeluarkan pernyataan kebijakan pada Kamis dinihari nanti, sementara bank sentral Eropa akan melaksanakan pertemuan pada hari Kamis besok.

Sejumlah analis mengatakan kemungkinan bahwa The Fed akan membuat langkah kebijakan lebih lanjut, mengingat ruang lingkup dan seberapa besar upaya untuk melawan kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi.(WD)

Related posts