Header Ads

Bursa Eropa Dibuka Di Kisaran Lebih Tinggi

Pasar saham Eropa dibuka rebound ke kisaran lebih tinggi dari kerugian besar yang diderita di sesi perdagangan awal pekan, menyusul dukungan dari sikap dovish bank sentral Eropa dan janji dari G7 untuk ikut bertindak.

Akan tetapi kenaikan ini sepertinya sulit dipertahankan, seiring pandemi yang memaksa investor menghadapi penurunan aktifitas ekonomi dalam beberapa bulan kedepan.

Indeks saham DAX Jerman diperdagangkan 5.1% lebih tinggi, indeks saham CAC Perancis naik 2.6%, sementara indeks saham FTSE bergerak naik 2.5% sedangkan indeks berjangka Euro STOXX dibukan lebih tinggi 5.1%.

Sebelumnya Bank of Japan telah memompa lebih dari $30 milliar ke pasar dengan operasi pendanaan Dollar selama 84 hari kedepan. Langkah ini diambil oleh BoJ setelah enam bank sentral utama dunia mengambil langkah bersama untuk menyediakan lebih banyak suntikan dana tunai, menyusul kekalahan di pasar keuangan selama seminggu terakhir sehingga memperburuk likuiditas bank dan perusahaan.

Selain itu, Federal Reserve AS memangkas suku bunga jangka pendek mendekati nol, sembari menegaskan janji untuk menyediakan ratusan milliar Dollar untuk membeli aset Treasury.

Namun demikian sejumlah data terbaru masih menunjukkan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan global, seperti angka terbaru yang ditunjukkan output industri Cina yang turun 13.5% di periode Januari-Februari dari tahun sebelumnya, sedangkan penjualan ritel Cina juga turun sebesar 20.5%.

Data-data inilah yang mendorong lembaga Goldman Sachs untuk memangkas estimasi bagi produk domestik bruto Cina di kuartal pertama, menjadi terkontraksi hingga 9% di tingkat tahunan, jauh dari perkiraan pertumbuhan 2.5% yang dirilis sebelumnya.

Berbicara tentang indikator ekonomi, angka pengangguran Inggris di bulan Januari yang akan dirilis sore ini, yang akan memberikan indikasi kekuatan pasar tenaga kerja Inggris di tengah kondisi aktifitas bisnis yang terganggu oleh pandemi virus corona.

Sedangkan data sentimen ekonomi Jerman dan Eurozone dari ZEW, diharapkan mampu menenangkan sentimen investor Eropa di tengah hantaman krisis kesehatan yang melanda dunia.(WD)

Related posts