Bursa Eropa Jatuh Ke Level Terendahnya Sejak Pertengahan 2016

Bursa saham berjangka Eropa jatuh di sesi perdagangan sore ini, hingga ke level terendahnya sejak pertengahan 2016 lalu seiring investor yang gugup dalam menyikapi pembatasan perjalanan dari Eropa yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump, sebagai upayanya untuk menhentikan penyebaran virus corona.

Saat berpidato di Rabu waktu AS, Presiden Trump menangguhkan perjalanan dari Eropa ke AS selama 30 hari kedepan, sebagai tanggapan atas meningkatnya tekanan untuk segera mengambil langkah pencegahan secara lebih efektif terhadap virus COVID-19 yang telah digolongkan sebagai pandemi global oleh WHO.

Euro Stoxx 50 berjangka (STXEc1) turun 6.3%, menyusul kejatuhan hingga 8.3% di sesi sebelumnya, sementara FTSE futures Inggris (FFIc1) bergerak lebih rendah 5.6% serta DAX futures Jerman (FDXc1) diperdagangkan melemah sekitar 6%, menjelang penutupan sesi pertama pasar London.

Hal ini dinilai oleh Mathhew Sherwood selaku kepala strategi investasi global di Perpetual fund manager di Sidney sebagai awal menuju ke tahap krisis berikutnya, seiring krisis corona yang awalnya dari isolasi diri dan isolasi regional menjadi kebijakan isolasi yang berada di skala nasional.

Sehingga hal ini jelas menimbulkan hal yang buruk bagi sektor transportasi dan sejumlah sektor terkait lainnya secara lebih luas, karena sepertinya ini menjadi satu-satunya cara untuk menghentikan penyebaran virus dengan menutup hampir semua bagian utama perekonomian, sehingga tentunya menghambat pertumbuhan.

Saham-saham di sektor perjalanan dan liburan Eropa, telah mencatat penurunan lebih dari 18% di bulan ini, menyusul tindakan yang memaksa maskapai penerbangan untuk membatalkan penerbangan secara massal, sehingga menghancurkan jumlah penumpang.

Dengan demikian seiring tekanan dari wabah virus semakin mendunia maka ekspektasi pertumbuhan global di kuartal ini akan berjalan lambat, sehingga para investor memilih untuk beralih dari pasar ekuitas ke aset safe haven yang cenderung aman, seperti Emas dan obligasi.

Semua mata saat ini tertuju kepada pertemuan kebijakan European Central Bank pada malam nanti, dengan harapan bahwa ECB akan mengikuti jejak rekan mereka di BoE, The FED dan RBA yang telah lebih dahulu memangkas suku bunganya.(WD)

Related posts