Header Ads

Bursa Eropa Jatuh Seiring Aksi Jual Terkait Sikap Dovish The Fed

Mayoritas bursa saham di kawasan Eropa mengalami hantaman gelombang aksi jual di pasar ekuitas global pa hari ini setelah Federal Reserve AS mengisyaratkan langkah mereka yang panjang dan sulit untuk membawa pemulihan bagi negara ekonomi terbesar di dunia.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 turun 1%, dipimpin oleh sektor pertambangan karena harga logam yang lebih lemah, sementara sektor sensitif ekonomi lainnya seperti bank, pembuat mobil dan sektor minyak dan gas terpantau turun antara 1.2% dan 2%.

Risalah The Fed yang diterbitkan pada dinihari tadi menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan meragukan pemulihan ekonomi yang cepat dan justru menyarankan langkah-langkah stimulus untuk periode yang lebih lama, sehingga mendorong indeks utama di bursa Wall Street turun dari level tertinggi sepanjang masa pada sesi perdagangan hari Rabu waktu AS.

Hasil yang tercantum dalam risalah Federal Reserve tersebut telah mendatangkan kekecewaan terhadap beberapa investor yang mengharapkan Bank Sentral AS untuk membahas pembatasan imbal hasil dari obligasi pemerintah sebagai bagian dari tinjauan kebijakan yang lebih luas.

Hal ini disampaikan oleh Hussein Sayed selaku kepala strategi pasar di FXTM, yang mengatakan bahwa perubahan mood jelas terfokus pada rilisan risalah yang mengingatkan investor bahwa ekonomi masih belum dalam kondisi yang baik dan The Fed nampaknya enggan untuk meningkatkan upaya stimulus lebih lanjut dalam waktu dekat, sehingga mengecewakan para buyer yang mengharapkan petunjuk lebih lanjut mengenai lintasan kebijakan moneter.

Sementara itu laju pemulihan secara penuh untuk mengeluarkan ekonomi Eurozone dari resesi terdalam, disebutkan dalam jajak pendapat Reuters bahwa akan memakan waktu selama dua tahun atau lebih, menyusul ekonom yang mengatakan bahwa ada risiko tinggi terkait pemulihan pekerjaan yang akan berbalik di akhir tahun ini.

Kekhawatiran atas meningkatnya kasus virus korona di Eropa juga membuat investor gelisah, menyusul pemerintah Norwegia mengatakan akan memberlakukan karantina 10 hari bagi semua orang yang datang dari Inggris, Austria, Yunani, dan Irlandia mulai 22 Agustus.

Secara detail dilaporkan bahwa perusahaan penambang Chili Antofagasta turun sebesar 3.8% setelah membukukan penurunan 22.4% dalam pendapatan inti di paruh pertama pada penjualan tembaga yang lebih rendah, namun pihaknya mengatakan akan membayar dividen interim.

Sementara perusahaan ekuitas swasta asal Swedia, EQT dilaporkan turun 10.6% karena pihaknya mengatakan bahwa pandemi menyebabkan laju investasi bagi perusahaan tersebut akan lebih sedikit di tahun ini dan laju keluar yang lebih lambat secara tajam, sedangkan Intercontinental Hotels Group justru mencatat kenaikan 0.4% dan saham Accor naik 2.5% setelah surat kabar Perancis melaporkan bahwa perusahaan operator hotel tersebut tengah melakukan pemeriksaan rencana merger.

Selain itu nilai saham dari perusahaan real estate asal Jerman, Tag Immobilien terpantau mengalami lonjakan hingga sebesar 4.1% karena mengkonfirmasi panduannya untuk tahun ini dan mengatakan bahwa untuk meningkatkan panduan selama tahun ini merupakan sebuah kemungkinan yang cukup besar.(WD)

Related posts