Bursa Eropa Jatuh Seiring Meningkatnya Ketegangan AS-Cina`1`

Bursa saham Eropa mencatat penurunan di sesi perdagangan hari ini seiring para investor yang merasa khawatir mengenai meningkatnya ketegangan antara AS-Cina serta kenaikan jumlah kasus infeksi virus corona dalam skala regional sehingga memberikan tekanan terhadap saham-saham di sektor yang sensistif terhadap pertumbuhan yang rendah.

Indeks pan European STOXX 600 mencatat penurunan 0.5%, seiring saham-saham bank, perusahaan energi, asuransi dan produsen mobil mengalami penurunan antara 0.8% hingga 0.9% hingga sesi awal perdagangan waktu Eropa.

Sementara itu bursa saham Asia mengambil keuntungan setelah pemerintahan Trump mengatakan akan memperketat pembatasan pada Huawei Technologies Co Cina, untuk membatasi aksesnya ke produk chip yang tersedia secara komersial, sembari meningkatkan ketegangan dengan pemerintahan Beijing.

Perusahaan pertambangan yang terdaftar di bursa saham Inggris, BHP Group mencatat penurunan sebesar 2.2% setelah melaporkan penurunan laba tahunan hingga sebesar 45 yang juga meleset dari perkiraan analis, yang mana hal ini juga memberikan peringatan bahwa sebagian besar ekonomi di negara utama dunia, kecuali Cina harus menanggung beban penurunan akibat pandemi Covid-19 di tahun ini.

Sementara perusahaan produsen perhiasan asal Denmark, Pandora mencatat penurunan hingga 5.9% menyusul pihaknya yang melaporkan jumlah gerai toko yang ditutup mengalami peningkatan di bulan Agustus ini dan traffic transaksi di gerai toko mereka mencatat level yang jauh di bawah level sebelum diterapkannya kebijakan lockdown.

Sedangkan perusahaan retail fashion asal Inggris, Marks & Spencer justru mencatat kenaikan sebesar 1.8% setelah mengungkapkan rencana mereka untuk memangkas lebih lanjut terhadap jumlah posisi pekerjaan mereka hingga sebanyak 7 ribu pekerjaan, sehingga memberikan pukulan terbaru bagi sektor retail yang mendapat hantaman akibat krisis virus corona.(WD)

Related posts