Bursa Eropa Masih Dibayangi Kekhawatiran

Pasar saham di kawasan Eropa dibuka dengan sebagian besar mencatat kisaran yang lebih rendah di perdagangan awal pekan ini, menyusul beban kekhawatiran yang berkembang terkait gelombang ketiga pandemi Covid-19 yang akan mengakibatkan berlanjutnya kebijakan lokckdown lebih lanjut serta melemahnya sektor perbankan menyusul Credit Suisse yang mengeluarkan peringatan yang sangat signifikan untuk pencapaian hasil.

Kontrak indeks saham berjangka DAX Jerman diperdagangkan 0.6% lebih rendah, sementara kontrak FTSE 100 Inggris mencatat penurunan 0.6% dan kontrak berjangka bursa CAC 40 Perancis justru mencatat kenaikan 0.1% saat memasuki perdagangan waktu Eropa siang hari ini.

Kekhawatiran yanb berkembang saat ini diakibatkan oleh keharusan ekonomi Perancis untuk memperketat pembatasan mereka, yang selanjutnya akan menunda laju pemulihan ekonomi di kawasan tersebut, setelah Perancis membukukan jumlah tertinggi pasien Covid-19 yang masuk ke unit perawatan intensif di sepanjang tahun ini.

Dalam hal ini Presiden Perancis Emmanuel Macron telah membela keputusannya untuk memperkenalkan tindakan parsial yang menargetkan zona infeksi tinggi seperti yang disematkan ke kota Paris dibandingkan menerapkan kebijakan lockdown penuh untuk ketiga kalinya, namun beliau mengakui bahwa pembatasan lebih lanjut mungkin diperlukan.

Sementara itu Kanselir Jerman Angela Merkel telah mengeluarkan ancaman untuk mengerahkan kekuatan federal secara darurat untuk menghentikan penyebaran penyakit setelah jumlah rata-rata kasus per minggu mencapai level tertingginya sejak Januari lalu.

Sedangkan jumlah kasus baru di Polandia telah mencapai rekor tertingginya sepanjang masa pada akhir pekan lalu, demikian juga dengan jumlah kasus infeksi virus corona di Belgia, Belanda dan Austria yang terus mengalami peningkatan.

Sebaliknya kurva jumlah rata-rata di Italia terpantau melandai, sementara di Republik Ceko saat ini justru jumlah infeksi virus mengalami penurunan tajam setelah melonjak di Januari dan Februari.

Sebuah data dari lembaga ekonomi Ifo menunjukkan bahwa eksportir Jerman semakin optimis untuk mendapatkan keuntungan dari meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Asia dan AS.

Data yang memuat harapan terhadap laju pemulihan mencatat kenaikan 24.9 poin di bulan Maret, yang mencatat nilai tertingginya sejak Januari 2011, dari 11.9 poin di bulan Februari, sehingga menambahkan bahwa optimisme terus meningkat di hampir seluruh sektor pendukung laju pemulihan ekonomi.(WD)

Related posts