Bursa Eropa Melemah Menjelang Akhir Tahun

Menjelang pergantian tahun dari 2020 ke 2021, sejumlah bursa saham di kawasan Eropa mengalami pelemahan seriring para investor yang melakukan aksi “squared positions”, di tengah kondisi lockdown yang semakin meluas di Inggris serta berita mengenai pemerintah AS yang telah menaikkan tarif terhadap beberapa produk dari Uni Eropa sehingga kesemuanya memberikan tekanan terhadap sentimen pasar.

Sementara itu volume perdagangan juga menipis menyusul banyaknya pedagang yang memilih untuk keluar dari posisi di pasar dan memilih berlibur di malam tahun baru serta menjelang ditutupnya sejumlah bursa saham di Eropa.

Pan-Euro STOXX 600 terpantau mencatat penurunan sebesar 3.8% selama tahun 2020 ini, jauh tertinggal dari bursa ekuitas di kawasan Asia dan bursa Wall Street yang kesemuanya diperdagangkan mendekati rekor tertingginya, seiring lonjakan cepat dalam kasus virus corona serta kekhawatiran mengenai Brexit yang membebani pasar.

Bursa saham DAX Jerman mengakhiri tahun ini dengan mencatat kenaikan 3.5% di sesi penutupan perdagangan Rabu kemarin dan tepat di bawah harga tertingginya sepanjang masa, namun indeks FTSE MIB Italia justru mencatat penurunan 5.4% selama periode perdagangan di sepanjang tahun ini.

Sedangkan indeks FTSE 100 Inggris dilaporkan mencatat penurunan 1.5% dan CAC Perancis turun 0.7%, yang mana keduanya ditutup pada hari Kamis pagi waktu setempat.

Pasar London mendapatkan pukulan yang lebih besar di saat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memerintahkan jutaan orang untuk hidup di bawah kebijakan pembatasan Covid-19 yang paling ketat guna melawan penyebaran virus corona varian baru.

Sejumlah saham-saham seperti Airbus Perancis, Safran dan produsen minuman keras Pernod Ricard serta Remy Cointreau masing-masing mencatat penurunan sekitar 1%, setelah pemerintah AS mengatakan akan menaikkan tarif terhadap produk dari Uni Eropa.

Kebijakan ini juga menerapkan kenaikan tarif terhadap produk komponen pesawat dan produk anggur dari Perancis dan Jerman, yang menandai twist terbaru dalam pertempuran selama 16 tahun terhadap subsidi pesawat antara pihak Washington dan Brussels.(WD)

Related posts