Header Ads

Bursa Eropa Mencatat Penurunan Hingga Lebih Dari 4%

Bursa indeks saham berjangka Eropa merosot lebih dari 4% di sesi perdagangan awal pekan ini karena pandemi virus corona yang merebak ke sebagian besar Benua Eropa, di tengah pelonggaran moneter dramatis oleh bank sentral global yang gagal meyakinkan investor tentang kerusakan ekonominya yang semakin meningkat.

Euro STOXX 50 futures turun 5.4% ke level terendahnya sejak 2012, sementara DAX futures Jerman bergerak sekitar 5.6% lebih rendah.

Indeks saham CAC Perancis dan IBEX Spanyol, masing-masing mencatat penurunan 6% dan 5.2%, seiring kedua negara yang mengikuti kebijakan lockdown yang dilakukan oleh Italia sebelumnya.

Rick Meckler, seorang mitra di Cherry Lane Investments di New Vernon, New Jersey mengatakan bahwa masalah bagi investor adalah dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah virus masih belum diketahui secara pasti, dan seberapa banyak penurunan dalam belanja konsumen akan terjadi.

Bank-bank sentral di Australia dan Selandia Baru mengikuti langkah-langkah mereka sendiri, tetapi tidak dapat membendung penurunan pada saham global. S&P 500 berjangka jatuh 4,77% ke batas bawah harian mereka tak lama setelah melanjutkan perdagangan di Senin pagi tadi.

Wall Street telah mencatat kerugian besar di sesi perdagangan pada hari Jumat menyusul kerugian tertajam dalam tiga dekade ketika Presiden AS Donald Trump menyatakan keadaan darurat nasional dan mengalokasikan $50 miliar dalam bantuan federal untuk memerangi penyakit tersebut.

Dalam pertemuan darurat pada hari Minggu, Federal Reserve AS memangkas suku bunga mendekati nol dan menjanjikan ratusan miliar dolar dalam pembelian aset.(WD)

Related posts