Header Ads

Bursa Eropa Menguat Didukung Harapan Stimulus

Pasar saham Eropa dibuka lebih tinggi di sesi perdagangan hari ini, seiring dukungan dari meningkatnya kepercayaan investor terhadap paket stimulus AS yang baru sebagai upaya untuk meningkatkan pemulihan laju pertumbuhan dari negara ekonomi terbesar dunia tersebut.

Kontrak berjangka DAX Jerman diperdagangkan 0.4% lebih tinggi, sementara indeks berjangka CAC 40 Perancis mencatat kenaikan 0.2% dan indeks berjangka FTSE 100 Inggris berhasil meraih keuntungan sebesar 0.1% sejak pembukaan perdagangan sesi Eropa.

Kenaikan ini tidak terlepas dari upaya Gedung Putih dan Demokrat di Kongres AS yang semakin mendekati kesepakatan terkait paket bantuan virus corona baru pada hari Selasa waktu setempat, saat Presiden Donald Trump mengatakan bahwa dirinya bersedia menerima tagihan bantuan besar, dalam upaya untuk menyelesaikan kesepakatan sebelum pemilihan 3 November.

Selain itu negosiasi antara Ketua DPR Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan kembali dilanjutkan pada hari ini, namun begitu meskipun kedua pihak telah mencapai kesepakatan, akan tetapi tidak ada jaminan bahwa hal tersebut akan ditandatangani menjadi undang-undang seiring Senator Republik yang menentang terhadap label harga terkait tindakan tersebut masih tetap kuat.

Sementara itu gelombang kedua wabah Covid-19 terus menyebabkan hantaman di Eropa, menyusul Spanyol yang tengah mempertimbangkan pemberlakuan jam malam di daerah yang terkena dampak paling parah seperti Madrid yang terus berupaya untuk mengatasi potensi penularan yang semakin luas.

Selain itu Perancis telah memberlakukan jam malam di beberapa kota utama termasuk Paris, sedangkan Inggris menempatkan hingga tiga juta orang di Greater Manchester yang masuk dalam kategori level 3, sehingga semakin banyak aktifitas bisnis yang tidak penting mengalami penutupan.

Fokus pasar saat ini akan tertuju pada data ekonomi seputar angka inflasi Inggris, menyusul harga konsumen September di bulan September naik 0.5% di tahun ini, meningkat dari angka 0.2% yang dilaporkan di bulan sebelumnya.(WD)

Related posts