Bursa Global Jatuh Akibat Meningkatnya Kekhawatiran Investor

Bursa saham global dan komoditas minyak memperpanjang penurunannya di sesi perdagangan awal pekan ini, sementara safe haven emas justru mengalami lonjakan karena penyebaran virus corona di luar Cina semakin meluas dengan laporan lonjakan infeksi di Korea Selatan, Italia dan Timur Tengah.

Hal inilah yang menyebabkan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang, mencatat penurunan 0.7% hingga menyentuh level terendahnya sejak 5 Februari lalu, sementara pasar Jepang ditutup terkait libur Hari Lahir Kaisar Jepang.

Indeks acuan Australia turun 1.6% sementara Selandia Baru turun sekitar 1% dan indeks Kospi Korea Selatan hingga saat ini mencatat penurunan 2.62% sejak pembukaan perdagangannya.

Sejauh ini epidemi virus tersebut telah menewaskan 2,442 orang di Cina, dan ditemukan sekitar 76,936 kasus infeksi virus corona yang memberikan hambatan terbesar bagi ekonomi Cina.

Para investor merasa resah terhadap meningkatnya korban virus tersebut, sehingga mereka bertaruh bahwa bank sentral dunia akan menerapkan lebih banyak tindakan kebijakan moneternya.

Pada sesi perdagangan hari Jumat lalu, bursa saham AS dikalahkan oleh kekhawatiran terhadap epidemi virus tersebut, ditambah lagi dengan rilisan data yang menunjukkan aktifitas bisnis di AS mengalami stagnansi di bulan Februari dan menandai kontraksi untuk pertama kalinya sejak 2016 lalu.

Data yang dirilis oleh IHS Markit menunjukkan sektor manufaktur mencatat pembacaan terendahnya sejak Agustus lalu, sementara sektor jasa mencatat aktifitas terendahnya sejak Oktober 2013 silam, sehingga menyebabkan saham dari produsen chip AS mengalami penurunan tajam di sesi penutupan perdagangan pekan kemarin.

Saat ini pergerakan aset berisiko tergerus oleh sentimen investor yang mengkhawatirkan mengenai potensi perlambatan ekonomi Cina akibat epidemi virus, dan tentunya hal ini akan memberikan pengaruh yang besar bagi laju pertumbuhan ekonomi dunia, mengingat saat ini Cina masih menjadi negara mitra dagang utama bagi sejumlah negara ekonomi utama dunia lainnya. (WD)

Related posts