Bursa Global Mencatat Kenaikan Tipis Menjelang Kebijakan The Fed

Seiring tekanan yang dialami oleh mata uang US Dollar maka hal ini memberikan dukungan bagi mayoritas pasar saham global yang mencatat kenaikan tipis ke level tertinggi baru dalam tiga bulan, meskipun sentimen pasar masih bersikap wait & see menjelang pengumuman kebijakan Federal Reserve.

Secara keseluruhan pergerakan bursa saham bergerak di kisaran tingginya, menyusul laju kenaikan yang kuat dalam dua pekan terakhir, yang mendapat dorongan pula dari data tenaga kerja AS pada pekan lalu yang menunjukkan kenaikan yang sama sekali tidak terduga dalam sektor tenaga kerja AS di bulan Mei lalu. Namun demikian pergerakan yang cenderung berhati-hati terjadi pada aset safe haven Emas dan mata uang Yen.

Bursa saham berjangka Eropa juga mencatat pergerakan naik, termasuk FTSE yang naik 0.4% dan bursa EuroSTOXX 50 berjangka yang naik sekitar 0.5% saat pembukaan perdagangan hari ini.

Sementara itu indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0.5%, dan telah mencatat lesatan hingga sekitar 9% lebih tinggi di bulan Juni dan mencatat kenaikan 35% dari level terendahnya yang tercatat di bulan Maret lalu, dan indeks Nikkei hingga berita ini dibuat naik 0.3%.

Vishnu Varathan, kepala ekonomi dan strategi di Mizuho Bank di Singapura, mengatakan bahwa pada malam ini keputusan kebijakan The Fed akan menjadi kunci dalam menentukan apakah pergerakan pasar global akan melanjutkan kenaikan atau justru berbalik arah.

Fokus para pelaku pasar saat ini terletak pada prospek ekonomi Fed dan apakah peningkatan kurva imbal hasil AS selama penjualan pasar obligasi pekan lalu memiliki kemungkinan untuk mendorong intervensi pada tenor yang lebih lama.

Sedangkan chief executive officer di und manager Thornburg Investment Management, Jason Brady mengatakan bahwa pasar terus berharap banyak dari The Fed karena The Fed terus memberikan sejumlah besar dukungan dalam bentuk likuiditas dan selama satu dekade terakhir, The Fed telah mencoba untuk melawan pasar, dengan menyatakan bahwa mereka akan menerapkan kebijakan yang kurang akomodatif, namun pada akhirnya nampaknya mereka mengalah.

Para investor akan mengamati dengan secara seksama bagaiman The Fed memanfaatkan data pekerjaan yang positif sekaligus berharap bahwa bank sentral tidak akan mengabaikan data yang kurang memberikan dukungan.(WD)

Related posts