Bursa Global Tertekan Oleh Data Ekonomi Dari Kawasan Euro

Pergerakan bursa saham global mengalami penurunan di sesi perdagangan hari ini, seiring survei ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan sehingga menambah kekhawatiran para investor terhadap dampak dari sengketa perdagangan AS-Cina yang tidak terselesaikan terhadap ekonomi global.

Bursa saham Eropa dibuka dengan kisaran harga yang lebih rendah akibat dari hasil survei PMI di Perancis, Jerman dan Eurozone yang lebih lemah dari perkiraan sebelumnya. Sebuah survei menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis di kawasan Euro terhenti di bulan September ini, kurang dari dua pekan setelah Mario Draghi selaku Presiden ECB menjanjikan stimulus yang tidak terbatas untuk menghidupkan kembali ekonomi di kawasan tersebut.

Pasca dirilisnya data German PMI, pergerakan mata uang tunggal Euro terpuruk terhadap Greenback hingga menyentuh level terendahnya dalam lebih dari sepekan terakhir. Sementara itu indeks saham DAX Jerman mencapai level terendahnya dalam hampir dua pekan, atau mencatat penurunan sebesar 1.35% setelah data dari Eurozone, sementara indeks saham CAC 40 Perancis mencatat penurunan hampir 1% hingga saat ini.

Marios Hadjikyriacos selaku analis investasi XM, mengatakan bahwa dengan mempertimbangkan bahwa ekonomi Jerman mengalami kontraksi di periode kuartal kedua lalu, angka yang ditunjukkan oleh data hari ini secara efektif meningkatkan risiko terjadinya hasil yang negatif di kuartal ketiga, yang memuat resesi secara teknikal secara lebih luas. Beliau juga menilai bahwa kekhawatiran pasar yang menyebabkan sentimen negatif bagi sektor manufaktur, yang disebabkan oleh trade war dan Brexit, sepertinya telah mulai menyebar ke sektor jasa yang lebih besar lagi.

Sedangkan mayoritas pasar Asia tergelincir karena investor menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai pembicaraan perdagangan AS-Cina. Saat ini sentimen pasar telah rapuh, di tengah kerusuhan sipil yang terjadi di Hong Kong serta kekhawatiran pasar terhadap prospek kesepakatan perdagangan AS-Cina yang nampaknya akan semakin lama untuk menemukan kesepakatannya.

Selama akhir pekan kemarin kantor Perwakilan Dagang AS telah mengeluarkan pernyataan singkat yang menyatakan bahwa perundingan dua hari dengan pihak Beijing merupakan suatu hal yang produktif, seraya menambahkan bahwa pertemuan perdagangan tingkat tinggi akan berlangsung di bulan Oktober mendatang, seperti yang direncanakan sebelumnya.

Kementerian Perdagangan Cina dalam sebuah pernyataannya mengatakan bahwa pembicaraan antar kedua negara merupakan hal yang konstruktif dan mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan diskusi yang baik mengenai aturan yang terperinci sebagai bekal pembicaraan tingkat tinggi di bulan depan.

Meskipun keduanya memberikan pernyataan yang positif, namun nampaknya pasar masih tetap belum yakin bahwa kesepakatan akan terjadi diantara kedua negara dalam waktu dekat, seiring keterkejutan para investor terhadap berita pada Jumat lalu yang mengatakan bahwa para pejabat Cina secara tiba-tiba membatalkan kunjungan ke pusat pertanian AS di Montana di pekan ini pasca negosiasi selama dua hari di Washington.(WD)

Related posts