Header Ads

Bursa Saham Asia Bergerak Dalam Kecenderungan Mixed

Bursa saham di kawasan Asia pada hari ini terpantu bergerak dalam kecenderungan mixed, seiring para investor yang tengah menantikan dirilisnya data klaim pengangguran mingguan di AS.

Diperkirakan bahwa sebanyak 5.25 juta warga AS akan meng-klaim tunjangan bagi pengangguran dalam sepekan terakhir, menyusul hampir 10 juta warga AS telah mengalami PHK dalam dua minggu sebelumnya.

Indeks Nikkei Jepang sempat turun 0.47%, saat negara tersebut memasuki hari kedua dari kondisi darurat yang diterapkan oleh pemerintahan Shinzo Abe, namun menjelang siang hari ini indeks Nikkei bergerak lebih dari 0.60% lebih tinggi.

Sementara indeks saham Kospi Korea Selatan mencatat kenaikan hingga 1.30% setelah Bank of Korea mempertahankan suku bunga acuannya di 0.75%, yang mana kebijakan untuk mempertahankan suku bunga ini sesuai dengan perkiraan para analis sebelumnya.

Sedangkan indeks saham Hangseng Hong Kong juga mencatat kenaikan 1.60%, seiring berkurangnya penyebaran virus di Cina dan mulai dibukanya kembali aktifitas di kota Wuhan sebagai pusat pandemi virus.

Indeks saham S&P/ASX 200 Australia mencatat lonjakan hingga 1.75% setelah mendapat dukungan sentimen dari bursa saham Shanghai Composite Cina yang naik 0.54% dan Shenzen Component yang juga menguat 0.17% di sesi perdagangan waktu Asia pagi hari ini.

Terkait akan dirilisnya data pengangguran mingguan di AS, Hugh Young dari Aberdeen Standard Investments mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNBC bahwa data klaim pengangguran kemungkinan akan memberikan indikasi yang buruk.

Lebih lanjut Young melihat bahwa ada kenaikan awal yang singkat dan tajam di tingkat pengangguran, sehingga dirinya berpkir bahwa saat industri lain menilai dampak pandemi terhadap bisnis mereka, yang mana adanya pengurangan biaya yang semakin banyak dan akan memburuk dalam beberapa bulan kedepan.(WD)

Related posts