Bursa Saham Asia Bergerak Dalam Kecenderungan Mixed

Mayoritas bursa saham di kawasan Asia Pasifik diperdagangkan dalam kecednerungan mixed di sesi perdagangan pagi ini, seiring para investor yang terus mengawasi perkembangan seputar kebijakan stimulus dari pemerintah di negara-negara ekonomi utama dunia akibat penyebaran virus corona yang semakin meluas.

Bursa saham Cina Daratan sedikit mengalami perubahan di awal perdagangannya, dengan bursa Shanghai Composite dan komponen Shenzen yang bergerak di atas garis pivot harian mereka, sedangkan Shenzen Composite justru mencatat kenaikan 0.22%.

Sementara indeks saham Nikkei 225 Jepang mencatat pergerakan ke wilayah negatifnya dan hingga saat ini turun sebesar 1.87% ke kisaran lebih rendah.

Salah seorang analis di National Australia Bank, Tapas Strickland dalam sebuah catatannya memperingatkan bahwa saat ini kondisi pasar cenderung fluktuatif karena berita utama seputar virus corona terus berada di sisi negatifnya.

Strickland, yang merupakan direktur ekonomi dan pasar pemberi pinjaman Australia, mengutip laporan jumlah kasus virus corona di Italia yang mencapai 10.000 lebih, serta komentar Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS Robert Redfield bahwa beberapa area di AS saat ini berada di “Mitigasi tinggi”.

Kekhawatiran terhadap penyebaran virus ini telah menyebabkan pergerakan “roller coaster” di pasar global dalam beberapa waktu belakangan.

Di saat para investor melakukan pengawasan terhadap langkah-langkah stimulus oleh pemerintah dalam upaya memerangi dampak virus, pemerintah Australia sendiri telah mengumumkan paket kesehatan senilai A$2.4 milliar atau sekitar $1.56 milliar, yang dinilai akan memberikan dukungan yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh sektor perawatan primer, perawatan bagi manula, rumah sakit, penelitian dan persediaan medis nasional.

Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada CNBC bahwa Presiden AS Donald Trump mengajukan pajak 0% terhadap gaji bagi para pengusaha dan karyawan selama sisa tahun ini. Usulan ini diajukan saat pertemuan Presiden Trump dengan anggota parlemen dari Partai Republik di Capitol Hill.(WD)

Related posts